Harga RAM DDR5 Meroket, AMD dan Intel Kembali Pertimbangkan DDR4

RAM
Ilustrasi RAM (istockphoto)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Kenaikan harga RAM DDR5 akibat krisis pasokan memori global membuat AMD dan Intel kembali melirik teknologi DDR4. Kedua produsen prosesor tersebut dilaporkan tengah menghidupkan kembali platform lama yang masih mendukung RAM DDR4 sebagai alternatif bagi pengguna PC. Langkah ini cukup menarik karena industri komputer sebelumnya mulai beralih ke DDR5 yang menawarkan performa dan efisiensi lebih baik.

Lonjakan harga memori menjadi salah satu alasan utama di balik perubahan strategi tersebut. Permintaan chip memori untuk pusat data kecerdasan buatan (AI) terus meningkat, sementara pasokan yang terbatas membuat harga RAM untuk konsumen ikut terdampak. Akibatnya, pengguna yang ingin merakit atau meningkatkan kemampuan PC harus mengeluarkan biaya lebih besar, terutama ketika memilih platform yang menggunakan DDR5.

Intel dikabarkan tengah mempersiapkan prosesor baru berbasis soket LGA 1700, sementara AMD kembali mengandalkan ekosistem AM4 yang sudah lama menggunakan DDR4. Kedua platform tersebut menawarkan alternatif bagi pengguna yang ingin mempertahankan RAM generasi sebelumnya tanpa harus langsung beralih ke DDR5. Strategi ini menjadi semakin relevan ketika harga RAM DDR5 berkapasitas 32GB dilaporkan telah mencapai sekitar Rp9,7 juta.

Baca Juga:Jadwal FIM Moto3 Junior Misano 2026: Jam Tayang, Klasemen dan Live di Mana?Jadwal Liga Eropa 2026/2027 Matchday 2 Live TV 15-16 Oktober, Klasemen, dan Top Skor

1. Intel kembali menyiapkan prosesor dengan dukungan DDR4

Intel menjadi salah satu perusahaan yang dilaporkan kembali mempertimbangkan penggunaan platform lama. Produsen motherboard Gigabyte telah mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang mempersiapkan jajaran motherboard baru untuk mendukung calon prosesor Intel berbasis soket LGA 1700. Platform tersebut sebelumnya diperkenalkan pada 2021 bersamaan dengan kehadiran prosesor Intel Core generasi ke-12 atau Alder Lake.

Salah satu keunggulan LGA 1700 adalah fleksibilitasnya dalam mendukung dua generasi memori, yakni DDR4 dan DDR5. Kemampuan ini memungkinkan produsen motherboard menghadirkan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, terutama bagi mereka yang masih memiliki modul DDR4. Pengguna pun tidak harus langsung membeli RAM generasi terbaru ketika ingin meningkatkan kemampuan prosesor.

Intel sebelumnya mulai meninggalkan platform tersebut ketika beralih ke penggunaan DDR5 pada 2024. Namun, kenaikan harga memori membuat soket LGA 1700 kembali dipertimbangkan sebagai alternatif yang lebih terjangkau. Prosesor baru berbasis platform ini diperkirakan hadir pada awal 2027, meski detail model dan spesifikasi akhirnya belum diumumkan.

0 Komentar