Petani di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, menghadapi tantangan kemarau dan serangan hama pada musim tanam kedua atau MT2. Meski demikian, produktivitas padi masih diperkirakan mencapai tujuh hingga delapan ton per hektare.
Kemarau panjang dan serangan hama menjadi tantangan petani di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, pada musim tanam kedua tahun ini.
Sejumlah lahan mengalami gangguan pertumbuhan, bahkan bulir padi pun hampa. Meski demikian, petani terus berupaya menjaga produktivitas, di antaranya melalui pemantauan hasil panen dengan metode ubinan.
Baca Juga:PDAM Tirta Jati Baru Tambah 1.200 Pelanggan – VideoLonjakan Harga Pakan Bebek Ancam Peternak Kuningan – Video
Ubinan dilakukan dengan memanen tanaman padi pada petak sampel berukuran dua meter persegi. Hasilnya kemudian ditimbang dan dihitung untuk memperkirakan produksi per hektare.
Meski hasil panen cenderung lebih rendah dibandingkan MT satu, gabah pada musim kemarau dinilai memiliki kadar air lebih rendah, sehingga berpeluang menghasilkan beras berkualitas baik dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Petani berharap dukungan pemerintah dalam penyediaan sarana produksi dan pengendalian hama terus diperkuat agar produktivitas padi Indramayu tetap terjaga di tengah tantangan kemarau.