Tujuh Hari Reyhan Masih Belum Ditemukan – Video

Tujuh Hari Reyhan Masih Belum Ditemukan
0 Komentar

Siswa SMKN 1 Mundu Kabupaten Cirebon yang hilang saat menjalani praktik kerja lapangan di kapal penangkap ikan di perairan Selat Makassar belum ditemukan. Di tengah tangis keluarga yang masih menunggu kabar, Kuwu Japura Lor meminta pencarian terus dilanjutkan meski masa sesuai SOP berakhir.

Awan duka menyelimuti keluarga Reyhan, siswa SMK Negeri Satu Mundu Kabupaten Cirebon yang tenggelam di perairan Selat Makassar saat melaksanakan praktik kerja lapangan dalam operasi tangkap ikan. Isak tangis pecah di kediaman Ali dan Masni, orang tua Reyhan Hermansyah, saat pemerintah Desa Japura Lor, pihak sekolah, perusahaan, dan tim SAR datang ke kediaman Reyhan.

Kedatangan rombongan dari pihak sekolah, perusahaan kapal, pembimbing PKL dan tim terkait ke rumah keluarga untuk menyampaikan informasi terkait proses pencarian ini, tak mampu meredakan kesedihan sang ibu dan nenek Reyhan. Sang ibu histeris dan menangis dalam pelukan keluarga. Putra pertamanya yang diharapkan bisa membahagiakan orang tua, kini belum diketahui keberadaannya.

Baca Juga:PDAM Tirta Jati Baru Tambah 1.200 Pelanggan – VideoLonjakan Harga Pakan Bebek Ancam Peternak Kuningan – Video

Padahal, malam sebelum insiden terjadi, Reyhan sempat berkomunikasi dengan keluarga. Namun pada delapan Oktober, ia diduga terjatuh ke laut bersama jaring yang tengah diturunkan. Jika menilik SOP, masa pencarian Reyhan berakhir setelah tujuh hari, namun, Kuwu Japura Lor, Gufron, menegaskan pemerintah desa akan terus memantau perkembangan pencarian dan berkoordinasi dengan pihak terkait, dan berharap upaya pencarian tetap berjalan hingga keberadaan Reyhan diketahui.

Sementara, Reyhan yang merupakak anak pertama dari pasanfan Ali dan Masni dikenal sebagai sosok yang rajin, penurut, sayang keluarga, dan memiliki cita cita luhue untuk mengumrohkan orangtua serta keluarganya.

Sementara, Reyhan menjalani praktik kerja lapangan bersama delapan belas siswa lainnya dari sekolah yang sama, dalam kegiatan PKL yanf dijadwalkan berakhir pada dua puluh delapan Oktober mendatang.

Namun, sebelum menyelesaikan praktiknya, Reyhan justru mengalami insiden yang membuat keluarganya kini harus bertahan dalam ketidakpastian. Hingga Rabu empat belas Oktober, Reyhan masih belum ditemukan. Keluarga berharap pencarian terus dilanjutkan, di tengah penantian panjang yang belum menemukan jawaban.

0 Komentar