.

Berapa Hari Di Anjurkannya Menjalankan Puasa Rajab 2023

Rajab 2023
Berapa Hari Puasa Bulan Rajab 2023

RADARCIREBON.TV– Seringkali menjadi pertanyaan, berapa hari puasa rajab?, bolehkah puasa rajab hanya 3? Dan masih banyak lagi pertanyaan seputar puasa Rajab ini. Yuk kita simak bersama penjelasan berikut ini.

Bulan Rajab menjadi salah satu bulan dimana pada hari tertentu umat muslim diperbolehkan untuk berpuasa. Bulan Rajab adalah bulan yang dimana didalamnya terdapat suatu peristiwa penting. Peristiwa dimana Rasulullah SAW mendapatkan sebuah perintah perjalanan selama semalam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan dilanjut ke Sidratul Muntaha pada hari ke 27 di bulan Rajab. Untuk menerima perintah dari Allah SWT berupa perintah sholat.

Baca Juga: Hukum dan Niat Puasa Pada Bulan Rajab 2023

Adapun menurut ulama Syekh Muhammad bin Yusuf Al-Gharnathi berpendapat bahwa puasa Rajab hukumnya sunah pada tanggal 27 Rajab, yang dimana pada tanggal itu Rasulullah di angkat menjadi Rasul.

Adapun dari sahabat Rasulullah yaitu Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa puasa pada tanggal 27 Rajab, Allah mencatatnya sebagiamana orang yang puasa selama 60 bulan. Oleh karena itu puasa sunah di tanggal 27 Rajab akan mendapatkan pahala dan keberkahan bagi yang menjalankannya.

Selain itu puasa sunah Rajab ini biasa di laksanakan pada awal bulan Rajab, yang mana pada tahun ini bulan Rajab jatuh pada tanggal 23 Januari 2023.

Berikut adalah jadwal 10 hari puasa Rajab:
Senin, 23 Januari 2023 (1 Rajab 144 H)
Selasa, 24 Januari 2023 (2 Rajab 144 H)
Rabu, 25Januari 2023 (3 Rajab 144 H)
Kamis, 26 Januari 2023 (4 Rajab 144 H)
Jum’at, 27 Januari 2023 (5 Rajab 144 H)
Sabtu, 28 Januari 2023 (6 Rajab 144 H)
Minggu, 29 Januari 2023 (7 Rajab 144 H)
Senin, 30 Januari 2023 (8 Rajab 144 H)
Selasa, 31 Januari 2023 (9 Rajab 144 H)
Rabu, 1 Februari 2023 (10 Rajab 144 H)

Baca Juga: Selain Berpuasa, Inilah Amalan yang di Laksanakan Pada Bulan Rajab

Dapat disimpulkan bahwa berpuasa pada bulan Rajab hanya diperbolehkan beberapa hari saja, tidak dilakukan sebulan penuh, jika dilakukan sebulan penuh maka hukumnya adlaah makhruh bukan sunah lagi. (Zahra)

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More