“Kami minta surat pernyataan menolak untuk dilakukan autopsi, kami langkah selanjutnya meminta keterangan saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut dari pihaknya keluarga maupun warga sekitar,” ungkapnya.
Motif Tak Kuat Menahan Beban Hidup Anak SMP Tewas Bunuh Diri
Dari perjalanan hidup yang di alami FF, di duga anak kecil ini tidak kuat menahan beban hidup yang di rasa sangat berat sejak setahun di tinggal ibunya.
Di ceritakan KA, putra FF, selalu murung dan sedih bila mengingat ibunya. Bahkan sering mengungkapkan keinginan bertemu ibundanya.”Ia banyak murung setelah ibunya meninggal. Selalu mengutarakan ingin bertemu Umi (ibundanya).
Baca Juga:Harga Cabai Rawit Naik 100 Ribu Per Kilogram, Mendag: Tidak Apa, Sekali-Kali Naik DikitJelang Opening Piala Dunia U-17 2023, FIFA Puji Indonesia Sebagai Negara yang Indah
Bahkan sering mengajak saya agar menyusul Umi,” tutur KA yang terlihat sangat terpukul dengan kematian FF.
Sejak kematian istrinya, KA tidak punya tempat tinggal. Ia hanya punya usaha foto copy dan ngontrak di ruangan seluas 3×4 meter.Hanya berbekal usaha foto copy itu, KA hidup bersama anak semata wayangnya, FF dengan penuh keprihatinan.
Enggak ada sedikit pun pikiran saya begitu (FF bunuh diri). Pas saya ke sana sudah banyak warga, polisi. Saya langsung masuk dan peluk anak saya,” ujar KA.
Persoalan makin rumit tempat usahanya seluas 3 meter x 4 meter, yang menjadi tempat tinggalnya, habis akhir Oktober 2023. Padahal, ia sudah menyewa warung yang berada di garasi rumah orang itu delapan tahun.
Sebelumnya, ia membuka usaha fotokopi di depan sebuah SMP.Dulu, harga sewa di sana Rp 2,5 juta per tahun. Pas ada jalan, tempatnya digusur untuk (pabrik) rotan.
Jadi, saya terpaksa mengontrak di garasi rumah orang,” ujarnya. Namun, ia tak lagi sanggup membayar biaya sewa Rp 5 juta setahun. Padahal, lokasinya strategis, dekat sekolah.