Sudah di Suntik Investasi Rp 23 Triliun Oleh Tiktok, Mengapa Saham GoTo Malah Anjlok 20 Persen? Ternyata Ini Penyebabnya

Saham GoTo Anjlok 20 Persen/Suara.com
Saham GoTo Anjlok 20 Persen/Suara.com
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Setelah pengumuman bahwa TikTok telah menyuntik modal US$1,5 miliar atau Rp23,42 triliun (kurs Rp15.617 per dolar AS) ke Tokopedia, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk malah turun.

RTI melaporkan bahwa saham emiten berkode GOTO itu sempat di buka hijau di level 109 selama perdagangan hari ini.

Namun, setelah pengumuman resmi kongsi dengan TikTok, harga saham mereka turun 20,37 persen ke level 86 pada penutupan sore ini.

Baca Juga:WAJIB DIPERHATIKAN! Inilah Arti Kode Pengumuman Kelulusan PPPK 2023 PR1 PR2 L-2 L-3 TL TMS TH dan ABikin Deg-degan Parah! Inilah Info Resmi dari BKN Terkait Pengumuman Kelulusan PPPK 2023

Oktavianus Audi, Supervisor Customer Literation and Education PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa investor mengambil keuntungan.

Ia membandingkan valuasi Tokopedia saat merger dengan GoJek beberapa waktu lalu, yang mencapai US$7 miliar, dengan pembelian 75% saham GOTO oleh TikTok.

“Kami melihat nilai yang di keluarkan oleh TikTok untuk mendapatkan 75 persen saham Tokopedia senilai US$1,5 miliar terbilang dalam harga diskon. Ini membuat investor menilai pembelian ini terbilang murah dan menjadi penurunan valuasi Tokopedia,” kata Audi, Senin (11/12).

“Menimbang juga kenaikan harga saham GOTO pada bulan lalu mencapai 62 persen, ini mendorong aksi profit taking dari investor,” sambungnya.

Saham GoTo Malah Anjlok 20 Persen

Investor, di sisi lain, menyoroti hilangnya kontrol GOTO terhadap Tokopedia, menurut Audi. Selain itu, perusahaan mengantisipasi pengambilalihan lebih dari lima puluh persen saham.

Secara bisnis, ia memperkirakan bahwa Tokopedia akan menerima modal kerja baru senilai US$1 miliar, yang akan membuat GOTO menerima arus pendapatan atau pembagian pendapatan yang berkelanjutan dari PT Tokopedia.

“Kami melihat potensi perkembangan yang lebih besar dengan pangsa pasar yang dapat meningkat. Berdasarkan data Momentum Works, jika TikTok Shop dengan Tokopedia bergabung, maka pangsa pasar akan menjadi 27,1 persen di Asia Tenggara dan mengejar Shopee,” tuturnya.

Baca Juga:Tips Efektif untuk Mengoptimalkan Konsumsi Bahan Bakar, Ini Dia Cara Agar Mobil Irit BBMMenggelegar di Panggung Karaoke: Eksplorasi Keunggulan Speaker Aktif Polytron untuk Karaoke

“Potensi pergerakan harga, saya melihat target terdekat dapat menuju level 132 untuk GOTO,” ramal Audi.

Dengan investasi baru ini, fitur TikTok akan kembali dibuka pada Selasa, 12 Desember, bersama dengan bisnis yang digabungkan dengan Tokopedia.

0 Komentar