Benarkah Seseorang yang Miliki Riwayat Penyakit Asam Lambung Dilarang Naik Pesawat? Ini Penjelasannya

penyakit asam lambung beresiko naik pesawat?
penyakit asam lambung beresiko naik pesawat? / sumber foto: kolase tokopedia & wikipedia
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Belum banyak yang tahu jika seseorang yang memiliki riwayat asam lambung

beresiko jika berpergian dengan pesawat terbang. Benarkah demikian? 

sebuah konten yang cukup menyita perhatian mengenai asam lambung. 

Video yang diunggah di akun Youtube ‘Salam Sehat Selalu’ menjelaskan mengenai 

sebuah pertanyaan bagaimana jika seseorang yang memiliki riwayat penyakit asam lambung 

pergi menaiki pesawat? 

Baca Juga:Awas Tertipu! Berikut 7 Point Penting Atasi Penipuan Program Kartu Prakerja 2024 Gelombang 633 Metode Pelatihan Prakerja Gelombang 63 Tahun 2024 & Keunikannya

Dalam video dijelaskan jika gangguan asam lambung bisa datang dari pemikiran orang tersebut.

Ketika saya baru pertama kali bepergian menaiki pesawat, muncul banyak pertanyaan dan ketakutan.”

Bagaimana jika saya nanti pusing, mual, sesak napas, atau pingsan? Itu ketakutan yang saya alami sebelum naiki pesawat.”

Namun setelah di dalam pesawat, saya tidak mengalami hal demikian dan asam lambung saya tetap terjaga.” jelasnya dalam video tersebut.

Video berdurasi 7 menit 34 detik tersebut menjelaskan

jika orang yang memiliki riwayat asam lambung justru relatif aman ketika bepergian menaiki pesawat. 

Selagi menjaga pola makan dan pikiran, nyaman saja menaiki pesawat tersebut.

Hal tersebut didukung dengan pernyataan dr. Mira Iskandar dalam website Alodokter.com.

Beliau menjelaskan jika seseorang yang memiliki gerd relatif aman menaiki pesawat. 

Baca Juga:Program Kartu Prakerja 63 Ditutup Senin Pukul 00.00 WIB! Tiga Model Pelatihan Terbaru Lebih FleksibleSetangguh Itu, Chery Jaecoo 7 Mobil Besar Bisa Off-road! Gimana Desain luar dan interior Mobil? Kepoin di Sini

Sebelum menaiki pesawat disarankan untuk mengonsumsi obat-obatan pencegah asam lambung naik.

Penyakit Asam Lambung. Datang dari Mana Sih?

Penyakit asam lambung, atau yang juga dikenal sebagai GERD (Gastroesophageal Reflux Disease),

adalah kondisi medis yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan,

menyebabkan rasa tidak nyaman atau peradangan pada kerongkongan.

Ini biasanya terjadi ketika katup antara lambung dan kerongkongan,

yang disebut sfingter esofagus bawah, tidak berfungsi dengan baik.

Asam lambung yang naik ini dapat menyebabkan sensasi terbakar di dada

yang sering disebut sebagai heartburn atau rasa terbakar di dada.

Gejala umum lainnya termasuk rasa terbakar di tenggorokan (dispepsia),

rasa pahit atau asam di mulut, rasa tidak nyaman di perut bagian atas, dan sering bersendawa.

Beberapa orang juga dapat mengalami batuk, suara serak,

atau kesulitan menelan sebagai akibat dari iritasi yang disebabkan

oleh asam lambung yang naik ke kerongkongan.

Penyebab dari penyakit asam lambung ini bervariasi,

namun yang paling umum adalah kelemahan pada sfingter esofagus bawah,

yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti obesitas, kebiasaan merokok,

makan makanan pedas atau berlemak, konsumsi alkohol, dan pola makan yang tidak teratur.

Selain itu, kondisi medis tertentu seperti hernia hiatal, diabetes, kehamilan,

atau gangguan pencernaan juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit asam lambung.

Diagnosis penyakit asam lambung biasanya dilakukan berdasarkan riwayat kesehatan pasien,

gejala yang dialami, serta pemeriksaan fisik.

Dokter juga dapat merekomendasikan pemeriksaan tambahan seperti endoskopi,

pH metri esofagus, atau tes pencitraan lainnya untuk memastikan diagnosis

dan mengevaluasi tingkat keparahan penyakit.

Pengelolaan penyakit asam lambung dapat meliputi perubahan gaya hidup

seperti menghindari makanan atau minuman yang memicu gejala,

menghindari makan dalam jumlah besar sebelum tidur,

menurunkan berat badan jika obesitas menjadi faktor risiko, serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.

Selain itu, dokter juga dapat meresepkan obat-obatan seperti antasida,

penghambat reseptor H2, atau inhibitor pompa proton

untuk mengurangi produksi asam lambung atau melindungi dinding lambung dari kerusakan lebih lanjut.

Penting untuk diingat bahwa penyakit asam lambung dapat menjadi kondisi kronis

yang memerlukan manajemen jangka panjang. Konsultasikan dengan dokter

untuk diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai agar gejala dapat dikendalikan

dengan efektif serta mencegah terjadinya komplikasi serius seperti luka atau perdarahan pada kerongkongan.

Menjaga gaya hidup sehat dan mengikuti perawatan

yang direkomendasikan oleh dokter dapat membantu mengelola kondisi ini dengan lebih baik.

0 Komentar