Produk antinyamuk yang berdedar di pasaran banyak yang mengandung bahan aktif DEET (diethyltoluamide).
Produk antinyamuk dengan kandungan DEET hingga 10% dianggap aman untuk di gunakan oleh anak usia 6 bulan hingga 12 tahun.
Untuk anak usia 6 bulan hingga 2 tahun, pemakaian produk antinyamuk ini hanya boleh sekali sehari. Sedangkan untuk anak usia 2–12 tahun maksimal 3 kali sehari.
Baca Juga:Mengurangi risiko batu ginjal dengan Jeruk Bali?? Ini Dia Manfaat Jeruk Bali.Wow Mengontrol kadar gula darah dengan Menggunakan Merica??Yah Bagaimana.
Namun, perlu di perhatikan jika produk antinyamuk yang mengandung DEET tidak boleh di gunakan setiap hari pada anak selama lebih dari sebulan.
Jika Anda khawatir dengan penggunaan bahan kimia pada anak, Anda bisa memilih produk antinyamuk yang mengandung bahan alami, seperti ekstrak tanaman sereh.
Tanaman sereh yang mengandung senyawa rhodinol dapat Anda gunakan sebagai alternatif pengusir nyamuk alami.
Ekstrak tanaman sereh di duga sama efektifnya dengan obat antinyamuk yang mengandung DEET.
Dalam mencegah gigitan nyamuk, menjadikannya alternatif produk antinyamuk yang lebih aman untuk buah hati.
Namun, tetap perhatikan saran penggunaan pada kemasan produk antinyamuk untuk memastikan batasan usia, serta demi mendapatkan hasil yang optimal.
Yuk, lindungi anak kita dari gigitan nyamuk dengan menerapkan langkah pencegahan demam berdarah yang tepat dan aman,untuk itu mulai dari sekrang jaga selalu kesehatan bayi kita,keluarga serat diri kita sendiri.
