Irritable Bowel Syndrome (IBS) Apa Itu Sebuah Penyakit?? Jika Penasaran Yuk Simak Disini.

Foto
Foto/irritable bowel syndrome (IBS)(giinstitute.com)
0 Komentar

RadarCirebon.Tv- Tidak banyak di dengar oleh orang banyak serta selain obat-obatan, mengendalikan gejala irritable bowel syndrome (IBS).

Akan lebih efektif bila disertai dengan penerapan pola makan yang sehat, seperti menghindari jenis makanan karbohidrat tertentu.

Memantau asupan serat, dan mengonsumsi makanan rendah lemak. Mari pahami lebih lanjut tentang pola makan untuk penderita IBS melalui ulasan di bawah ini.

Baca Juga:Menjaga osteoporosis Dengan Mengonsumsi Yoghurt  Yang Mengandung Protein dan lemak.Manfaat Laktosa Yang Terdapat di Dalam Susu dan Yoghurt Untuk Kesehatan Tubuh Kita.

Sindrom iritasi usus besar, irritable bowel syndrome, atau IBS adalah sekumpulan gejala yang muncul akibat iritasi pada usus besar.

Beberapa gejala yang sering di timbulkan IBS, antara lain nyeri perut, perut kembung, dan gangguan pencernaan, seperti sembelit atau diare.

Kondisi ini tentu membuat penderita IBS merasa tidak nyaman saat menjalani aktivitas sehari-hari.

Untuk membantu meredakan gejala tersebut, penderita IBS disarankan untuk menerapkan pola makan sehat yang baik untuk pencernaan.

Kendati demikian, intervensi medis dalam hal ini tetap diperlukan. Penerapan pola makan sekadar membantu pengobatan IBS menjadi lebih efektif.

Berikut adalah uraian selengkapnya tentang pola makan untuk penderita IBS.

1. Low-FODMAP Diet Pola makan untuk penderita IBS yang pertama adalah menerapkan diet FODMAP. Pada pola makan ini, penderita IBS harus menghindari sumber makanan karbohidrat yang mengandung struktur kimia pendek.

 Jenis makanan ini sulit di cerna oleh usus dan dapat memperparah gejala IBS. Kepanjangan dari FODMAP adalah fermentable oligosaccharides, disaccharides, monosaccharides, dan polyol, yakni jenis-jenis karbohidrat yang perlu di hindari.

Baca Juga:4 Macam Macam Penyakit Osteoporosis Beserta Penyabab Gejalanya !Kenali Dan Rasakan Penyebab Gejala Penyakit Osteoporosis Yang Menyerang Orang Tua !

Adapun beberapa jenis makanan yang perlu di hindari dalam diet FODMAP adalah makanan yang mengandung:

  • Fruktan, seperti gandum, bawang merah, bawang putih, kubis, dan brokoli.
  • Fruktosa, seperti pemanis buatan, apel, mangga, dan makanan yang mengandung sirup jagung.
  • Laktosa, seperti susu sapi, keju, krim, dan olahan susu lainnya.
  • Poliol, seperti semangka, buah aprikot, dan pemanis buatan yang di dalamnya mengandung sorbitol, xylitol, dan manitol.

Diet ini perlu di awasi oleh ahli gizi untuk menghindari risiko malnutrisi atau kekurangan nutrisi pada penderita IBS yang sedang menjalaninya, terutama yang baru memulai diet FODMAP.

2. Diet Bebas Gluten Gluten adalah protein yang di temukan dalam produk biji-bijian, seperti roti dan pasta.

Protein ini dapat merusak usus pada orang yang memiliki intoleransi gluten.

Beberapa orang yang memiliki sensitivitas atau intoleransi terhadap gluten juga mudah mengalami IBS. Dalam kasus ini, diet bebas gluten dapat di terapkan untuk mengurangi gejala.

Pola makan ini bisa di terapkan dengan menghindari makanan yang mengandung jelai (barley), gandum, serta gandum hitam, seperti roti, sereal, biskuit, pasta, saus-sausan, dan bir.

Bila ingin mengonsumsi pasta, penderita IBS di sarankan memilih produk pasta yang bebas gluten.

Setelah melakukan diet ini, penderita dapat melakukan pemeriksaan apakah gejala gangguan pencernaan membaik atau tidak.

3. Diet Tinggi Serat Asupan serat dapat membuat tekstur feses menjadi lebih lembut sehingga melancarkan BAB (buang air besar).

Penderita IBS disarankan untuk mengonsumsi serat sebanyak 22–34 gram setiap harinya.

 Kebutuhan serat bisa berbeda-beda, tergantung dari usia dan jenis kelamin.

Sebaiknya, konsultasikan dengan dokter mengenai asupan serat yang perlu  di penuhi setiap harinya, terutama bagi penderita IBS.

Itu dia 3 langkah untuk mengonsumsi makanan bagi penderita  irritable bowel syndrome (IBS) yang bisa di lakukan agar kesehatan tetep terjaga.

 

 

 

0 Komentar