RADARCIREBON.TV – Durian (Durio zibethinus) adalah buah tropis yang sangat populer di Asia Tenggara, terutama di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Dikenal sebagai “raja buah,” durian memiliki rasa yang khas dan aroma yang kuat, yang membuatnya sangat disukai atau sangat dihindari oleh banyak orang. Menanam dan merawat pohon durian memerlukan pengetahuan khusus agar dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang berkualitas. Artikel ini akan membahas langkah-langkah cara menanam dan merawat pohon durian dengan benar.
Persiapan Awal
Pemilihan Lokasi
- Iklim: Durian tumbuh baik di daerah beriklim tropis dengan curah hujan antara 1.500-2.500 mm per tahun. Suhu ideal untuk pertumbuhan durian berkisar antara 22-30 derajat Celsius.
- Tanah: Durian membutuhkan tanah yang subur, gembur, dan memiliki drainase yang baik. pH tanah ideal adalah antara 6-7. Hindari tanah yang terlalu berpasir atau terlalu liat.
- Ketinggian Tempat: Pohon durian umumnya tumbuh baik pada ketinggian 50-800 meter di atas permukaan laut.
Pemilihan Bibit
- Sumber Bibit: Pilih bibit dari sumber yang terpercaya. Bibit unggul biasanya berasal dari okulasi atau cangkok, karena memiliki sifat yang sama dengan pohon induknya dan lebih cepat berbuah dibandingkan bibit dari biji.
- Kondisi Bibit: Pastikan bibit dalam kondisi sehat, bebas dari penyakit, dan memiliki akar yang kuat. Tinggi bibit yang ideal untuk ditanam adalah sekitar 50-70 cm.
Penanaman Pohon Durian
Persiapan Lahan
- Lubang Tanam: Buat lubang tanam dengan ukuran sekitar 50x50x50 cm. Jarak antar lubang tanam sebaiknya 8-10 meter, mengingat pohon durian membutuhkan ruang yang luas untuk pertumbuhan akar dan tajuknya.
- Pemupukan Dasar: Campurkan pupuk kandang atau kompos sebanyak 10-20 kg per lubang tanam dengan tanah galian bagian atas. Biarkan selama 1-2 minggu sebelum penanaman untuk memperbaiki struktur dan kesuburan tanah.
Penanaman
- Penanaman Bibit: Tanam bibit durian dengan hati-hati agar akar tidak rusak. Posisi batang harus tegak lurus, dan pastikan titik sambungan (jika menggunakan bibit okulasi) tidak tertimbun tanah.
- Penyiraman: Siram tanaman segera setelah penanaman untuk menjaga kelembaban tanah.