PT Siraj Badawi Cukup Rupiah atau SBCR tahun ini genap berusia 64 tahun. Berbagai kegiatan mulai dari doa bersama, sunatan massal, pembagian hadiah hingga tasyakuran telah tembus pasar internasional, mewarnai peringatan dari perusahaan yang memiliki brand Surabraja tersebut. Berikut liputannya untuk Anda.
Semarak dan meriah, itulah yang tergambar dalam peringatan milad ke-64 tahun PT Siraj Badawi Cukup Rupiah atau SBCR sekaligus peringatan tahun baru Islam di halaman pabrik PT SBCR Desa Kasugengan Kidul, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Sabtu pagi.
Kegiatan dihadiri pendiri sekaligus owner PT SBCR Hajah Rupiah, Ketua Komite Keluarga Haji Abdul Qodir, Presiden Direktur Haji Mohammad Yusuf, Direktur Keuangan Umum Doktor Adam Safitri, serta ratusan distributor dari berbagai daerah.
Baca Juga:Pohon Tua Besar Tumbang – VideoKuwu Cup V Turnamen Desa Cipejeuh Wetan – Video
Selain itu, kegiatan juga dimeriahkan kehadiran ratusan karyawan dan ribuan warga sekitar. Peringatan milad juga diisi dengan pembagian hadiah.
Dalam peringatan tersebut, PT SBCR menyatakan brand Surabraja kini sudah dikenal lebih luas karena telah melakukan ekspor ke Mesir belum lama ini. Progres pertumbuhan permintaan produk, khususnya saus, juga terus meningkat. Saat ini, produk Surabraja telah tersebar di lebih dari 3.000 titik distribusi, yang tidak hanya di Pulau Jawa, melainkan juga Pulau Sumatera, Batam, Kota Padang, serta Pulau Kalimantan dan Pontianak.
Kontribusi Surabraja akan terus ditingkatkan dengan melakukan ekspansi dan pemerataan distribusi hingga ke penjuru Indonesia bahkan negara-negara lain.
Di sisi lain, keberadaan Surabraja turut membantu petani lokal, khususnya petani ubi, sebagai bahan dasar dari produk perusahaan yang berdiri sejak tahun 1960 tersebut. Sumber daya manusia lokal daerah akan terus diakomodir, karena kehadiran Surabraja sejak didirikan memiliki manfaat bagi masyarakat.
Ketua Komite Keluarga PT SBCR Haji Abdul Qodir menceritakan bahwa Surabraja lahir dari situasi sulit pasca kemerdekaan. Setelah sedikit berkembang, diterpa krisis moneter pada tahun 1998, dan terbaru di tahun 2020 wabah COVID-19.
Namun pihaknya masih tegak berdiri, dan di momentum tahun baru Islam dan peringatan harlah, pihaknya harus mampu membangkitkan semangat dengan sasaran yang lebih luas, yakni produk Surabraja dapat go internasional.