Anggaran Belanja Pegawai Kabupaten Cirebon masih terbilang tinggi, yakni mencapai 40 persen. Bupati Imron klaim program langsung ke masyarakat jadi prioritas.
Pemerintah Kabupaten Cirebon mencatat angka Belanja Pegawai terbilang tinggi, yaitu berada di kisaran 40 persen dari APBD. Tingginya Belanja Pegawai diklaim karena gemuknya jumlah pegawai yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon, mulai ASN hingga P3K.
Besarnya alokasi APBD Kabupaten Cirebon yang dikeluarkan untuk gaji pegawai diklaim setara dengan beban kerja di setiap OPD, terutama dalam menjalankan program-program kerja. Setelah disentil dan dievaluasi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Bupati Imron mengklaim akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Baca Juga:Polresta Cirebon Musnakan Ribuan Miras – VideoKompleks Makam Sunan Gunungjati Cirebon Bebas Pengemis – Video
Menurut Imron, pengelolaan APBD dan pelaksanaan program sudah disepakati bersama dengan DPRD Kabupaten Cirebon, termasuk untuk gaji pegawai dan anggaran yang dibagikan untuk program ke seluruh dinas.
Sementara itu, Bupati Imron juga mengakui Belanja Pegawai dalam postur APBD terbilang masih tinggi karena jumlah PNS dan P3K di Kabupaten Cirebon menyentuh angka 19.000 orang. Untuk optimalisasi pengelolaan Rp4 triliun lebih APBD Kabupaten Cirebon, Imron menekankan program yang langsung ke masyarakat akan jadi prioritas, tidak hanya infrastruktur, namun program yang berkaitan dengan perekonomian dan UMKM.
Di lain sisi, Belanja Pegawai di Kabupaten Cirebon ditargetkan turun hingga 30 persen pada 2027 mendatang.