Bupati Pati Akhirnya Minta Maaf! Usai Tantang Pendemo soal Kenaikan PBB: "Tak Ada Niat Memprovokasi"

Bupati Pati Sudewo Minta Maaf
Bupati Pati Sudewo saat menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang menuai kontroversi (@humaspati8279)
0 Komentar

RADARCIREBON TV – Pernyataan Bupati Pati, Sudewo, yang menjadi viral di media sosial akibat terkesan menantang rakyat untuk berdemonstrasi.Buntutnya, kini Sang Bupati pun menyampaikan permohonan maaf terbuka.

Dalam jumpa pers yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Pati pada Kamis (7/8/2025), Sudewo dengan tegas memberikan klarifikasi serta rasa penyesalan atas ucapannya.

Pernyataan yang memicu kemarahan publik ini menyebar luas dalam bentuk video, di mana Sudewo memberikan respon mengenai rencana demonstrasi menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) sebesar 250 persen.

Baca Juga:Bupati Pati Sudewo Naikkan PBB Hingga 25% Menimbulkan Polemik di MasyarakatNaikkan Pajak 250 Persen, Bupati Pati Tantang 50 Ribu Warga Demo: Saya Tak Gentar!

“5 ribu silakan, 50 ribu massa silakan. Saya tidak berniat menantang rakyat. Sama sekali tidak ada maksud untuk menentang rakyat, masa saya tantang rakyat,” ungkap Sudewo kepada para jurnalis.

Pernyataan ini memicu kontroversi di kalangan masyarakat yang sedang resah terhadap kebijakan pajak yang meningkat drastis. Dalam penjelasannya, Sudewo menegaskan bahwa ia tidak ada niatan untuk berkonfrontasi dengan rakyat, melainkan ingin mendorong agar aspirasi disampaikan dengan baik dan tidak dipengaruhi oleh pihak luar.

“Saya hanya ingin memastikan agar demonstrasi itu dapat berlangsung dengan baik dan benar-benar menyampaikan aspirasi, bukan karena ada intervensi dari pihak tertentu,” tambahnya.

Tidak hanya berkaitan dengan ucapannya mengenai demo, Sudewo juga meminta maaf atas keributan yang terjadi pada Selasa (5/8), saat petugas Satpol PP Pati menertibkan kegiatan penggalangan dana oleh massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu. Insiden ini menyebabkan kerusuhan dan dituduh sebagai tindakan perampasan.

“Kami tidak ada niatan untuk merampas. Penertiban dilakukan agar kirab Hari Jadi Pati dan HUT RI ke-80 mendatang dapat berjalan dengan lancar,” jelas Sudewo.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pati tidak melarang kegiatan donasi, namun hanya ingin memindahkan lokasi penggalangan dana agar tidak mengganggu acara resmi pemerintah.

Lebih lanjut, Sudewo mengakui banyaknya kekurangan dalam awal masa pemerintahannya. Ia berkomitmen untuk terus menerima kritik dan saran dari berbagai pihak demi perbaikan Kabupaten Pati.

Baca Juga:Gila! Pemain Baru Bali United Tembus Rp12 Miliar ! Intip 5 Pemain Super League Paling Mahal Musim Ini!Panasnya Bursa Transfer Liga 1 Jelang Musim 2025/2026: Klub-klub Berburu Bintang Lokal dan Debutan Potensial

“Saya minta maaf di awal masa jabatan ini masih banyak kekurangan. Saya akan terus belajar dan menerima semua masukan demi memajukan Kabupaten Pati,” tuturnya.

0 Komentar