RADARCIREBON.TV- Pekan keempat Super League musim ini harus ada perubahan jadwal. Laga panas antara PSM Makassar vs Persebaya Surabaya yang rencananya digelar Minggu (31/8/2025), resmi ditunda gara-gara kondisi keamanan di Makassar lagi nggak kondusif.
PSM sendiri udah ngumumin lewat pernyataan resminya, “Mengacu pada surat I-League nomor 1277/LI-COR/VIII/2025 ditetapkan bahwa pertandingan antara PSM Makassar vs Persebaya Surabaya pada tanggal 31 Agustus 2025 ditunda.”
“Kemudian adapun informasi mengenai tiket akan kami informasikan lebih lanjut,” tutup pernyataan tersebut.
Baca Juga:Mateo Kocijan Menjadi Gelndang Bertahan Persib Lawan PSM MakasarErnando Ari Ungkap Kunci Dua Kemenangan Beruntun Persebaya di Awal Musim BRI Super League
Kenapa bisa ditunda? Jadi, sehari sebelumnya Makassar lagi panas-panasnya gara-gara aksi unjuk rasa.
Demo itu bentuk solidaritas untuk Affan Kurniawan, driver ojek online yang meninggal setelah dilindas mobil Brimob di Jakarta. Ribuan orang turun ke jalan, mulai dari mahasiswa sampai warga biasa.
Sayangnya, aksi itu berujung ricuh. Massa membakar pos lalu lintas di Jalan Sultan Alauddin, gedung DPRD Kota Makassar di Pettarani, sampai gedung DPRD Provinsi Sulsel di Urip Sumoharjo.
Parahnya lagi, ada laporan tiga orang tewas dan lima lainnya luka-luka akibat kebakaran di gedung DPRD Makassar.
Bukan cuma laga PSM yang kena imbas. Pertandingan Persita vs Semen Padang juga harus pindah lokasi.
Tadinya mau main di Indomilk Arena, Tangerang, tapi dipindah ke Banten International Stadium, Serang. Bedanya, laga ini tetap jalan, tapi tanpa penonton demi alasan keamanan.
Dengan kondisi kayak gini, pihak liga dan klub-klub jelas harus ekstra hati-hati biar jalannya kompetisi tetap aman.
Baca Juga:Ruben Amorim Tertekan, Bakal Temui Bos Man Uited di Tengah Awal Musim AmburadulSaksikan! Jadwal Liga Inggris Pekan Ini: MU Cari Kemenangan Perdana, Liverpool vs Arsenal Jadi Big Match
Semoga situasi cepat kondusif lagi, jadi pertandingan bisa balik digelar sesuai jadwal, dan fokus utama tetap ke sepak bola, bukan kericuhan di luar lapangan.