Nama-nama seperti Kevin Diks dan Calvin Verdonk diberi kesempatan lebih besar untuk membuktikan diri, terutama menghadapi lawan yang kualitasnya jauh di atas Chinese Taipei.
•Rencana yang Terganggu di Tengah Persiapan Kualifikasi Berat
Laga melawan Lebanon sejatinya merupakan bagian penting dari FIFA Matchday September 2025, sekaligus persiapan menghadapi babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Indonesia tergabung di grup berat bersama raksasa Asia seperti Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi.
Dengan absennya Hubner, Kluivert kehilangan kesempatan untuk menguji formula ideal di lini belakang. Uji coba yang seharusnya menjadi ajang evaluasi taktik justru berubah menjadi eksperimen darurat dengan materi terbatas.
•Dukungan Moral dari Pinggir Lapangan
Baca Juga:Duo Bek Timnas Indonesia Justin Hubner dan Dean James Bersinar di Laga Perdana Eredivisie 2025/26Debut Lawan Klub Bundesliga! Justin Hubner Buktikan Diri:Garuda Punya Bek Kelas Eropa!
Meski tidak bisa turun ke lapangan, Hubner tetap hadir dalam bentuk lain, dukungan moral. Doa dan pesannya di media sosial memberi semangat kepada rekan-rekannya.
Kehadiran sosok muda seperti Hubner di timnas memang bukan sekadar soal kemampuan bertahan, tetapi juga semangat dan simbol regenerasi skuad.
Banyak pengamat menilai, absensinya menguji kekompakan tim. Bagaimana Garuda mampu menghadapi tekanan tanpa salah satu pilar andalan mereka akan menjadi barometer penting menuju laga-laga krusial di kualifikasi nanti.
•Peran Strategis Hubner di Timnas
Sejak debutnya bersama Indonesia, Hubner dikenal sebagai bek tengah modern : kuat dalam duel udara, piawai distribusi bola, dan mampu melakukan build-up dari lini belakang.
Ia kerap menjadi jembatan antara pertahanan dan lini tengah, sesuatu yang krusial dalam skema Kluivert yang mengandalkan permainan progresif.
Ketiadaannya bukan hanya soal hilangnya tenaga defensif, tetapi juga kehilangan opsi dalam transisi permainan. Tanpa Hubner, beban distribusi bola lebih banyak jatuh pada Jay Idzes dan Kevin Diks.
•Suporter Gelisah, Tapi Optimisme Tetap Menyala
Absennya Hubner tentu mengecewakan fans, terlebih laga kontra Lebanon dipandang sebagai ujian sesungguhnya setelah kemenangan besar atas Chinese Taipei.
Baca Juga:Italia Terancam Gagal Lagi ke Piala Dunia 2026! Tantangan Konsistensi dan Krisis MomentumStarting XI Free Agents Kelas Eropa: Termasuk Gelandang Keturunan Indonesia yang Siap Bersinar Kapan Saja
Namun, mayoritas pendukung Garuda tetap optimis. Mereka menilai, uji coba tanpa pemain kunci justru bisa memperlihatkan seberapa dalam kualitas skuad yang ada.
Kehadiran nama-nama baru yang mendapat menit bermain menjadi cerita tersendiri. Banyak yang berharap, ketika Hubner pulih, ia akan kembali dengan kondisi lebih segar dan siap menghadapi lawan-lawan tangguh di babak kualifikasi nanti.
