Tujuan jangka menengah (3-5 tahun) : Bisa mencoba reksa dana campuran atau obligasi.
Tujuan jangka panjang (lebih dari 5 tahun) : Saham, properti, atau reksa dana saham bisa menjadi pilihan karena potensi imbal hasilnya lebih tinggi.
“Investasi tanpa tujuan itu seperti berlayar tanpa arah. Kamu bisa mengeluarkan tenaga besar, tapi tidak tahu ke mana harus berlabuh,” ujar perencana keuangan independen Andi Widjaja.
Langkah 2: Pahami Profil Risiko Diri Sendiri
Baca Juga:Menteri Keuangan Purbaya Undang 12 Fund Manager Bahas Stabilitas Pasar dan Iklim Investasi NasionaInvestasi Di Kota Cirebon Melampaui Target – Video
Setiap orang memiliki toleransi risiko berbeda. Ada yang berani menanggung fluktuasi harga tajam, ada pula yang memilih jalur aman. Untuk mengetahuinya, kamu bisa melakukan risk profiling yang biasanya disediakan gratis oleh platform investasi resmi.
Umumnya, profil risiko terbagi menjadi tiga.
1. Konservatif : Menghindari risiko, cocok untuk investasi stabil seperti deposito atau obligasi.
2. Moderat : Siap mengambil sedikit risiko demi potensi keuntungan lebih besar, misalnya lewat reksa dana campuran.
3. Agresif : Siap menghadapi fluktuasi tajam dengan imbal hasil tinggi, seperti saham atau kripto (dengan riset matang).
Memahami profil risiko penting agar kamu tidak panik saat pasar turun atau tergoda saat harga melonjak. Seorang investor sukses tahu kapan harus bertahan, membeli, atau menjual.
Langkah 3: Pilih Instrumen Investasi yang Sesuai
Bagi pemula, tidak semua instrumen investasi cocok. Berikut beberapa pilihan populer yang mudah dipahami:
1. Reksa Dana
Cocok untuk pemula karena dikelola oleh manajer investasi profesional. Kamu bisa mulai dari nominal kecil (Rp10.000–Rp100.000). Jenisnya pun beragam: pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham.
2. Emas
Baca Juga:Tiga Bulan Menuju Peluncuran: Sora! Hero Paling Fleksibel dari Mobile Legend Siap Menggebrak Meta!Waspada Paket Palsu! Cara Cerdas Menghindari Penipuan yang Mengatasnamakan Kurir Paket
Investasi klasik dengan risiko rendah. Kini bisa dilakukan secara digital melalui platform seperti Pegadaian Digital, Pluang, atau Tokopedia Emas.
3. Obligasi dan Sukuk Ritel (SBR)
Diterbitkan oleh pemerintah, sehingga relatif aman. Keuntungan berupa bunga tetap setiap bulan.
4. Saham
Memberikan potensi keuntungan besar, tapi juga risiko tinggi. Disarankan bagi yang sudah paham analisis fundamental dan teknikal.
5. Properti
Cocok untuk jangka panjang, meski butuh modal besar. Bisa juga melalui crowdfunding property yang kini makin populer.
Langkah 4: Hindari Godaan “Cuan Instan”
