RADARCIREBON TV – Rencana perjalanan ke Piala Dunia 2026 kini dipenuhi kegelisahan bagi para penggemar sepak bola setelah daftar harga tiket terbaru bocor dan memicu kemarahan luas dari kelompok pendukung di seluruh dunia. Banyak suporter merasa “dikhianati” oleh kebijakan harga tiket yang dinilai jauh lebih tinggi dari janji awal FIFA, dan melontarkan kritik keras terhadap federasi sepak bola dunia itu.
Kenaikan Harga yang Mengguncang Dunia Sepak Bola
Informasi yang dipublikasikan oleh beberapa asosiasi sepak bola nasional, termasuk federasi Jerman, menunjukkan bahwa harga tiket Piala Dunia 2026 jauh melampaui ekspektasi awal. Tiket fase grup diperkirakan berkisar antara 180 dolar AS hingga 700 dolar AS, sementara tiket final bisa mencapai antara 4.185 dolar hingga 8.680 dolar AS, jauh di atas janji awal FIFA mengenai ketersediaan tiket 60 dolar untuk pertandingan fase awal.
Harga itu berarti bahwa seorang suporter yang ingin mengikuti tim favoritnya dari fase grup hingga final bisa menghadapi pengeluaran lebih dari 6.000 dolar AS, atau setara dengan ratusan juta rupiah, jika mengikuti seluruh perjalanan turnamen melalui alokasi tiket yang disediakan.
Baca Juga:Geger! Eks Real Madrid Dengan 22 Gelar Diincar Man United di Bursa Transfer, Siapakah Sosok Legendaris Itu?Persib Bandung Ukir Sejarah! Lolos ke 16 Besar ACL Two 2025/2026 Usai Finish Juara Grup dan Kumpulkan 13 Poin
Kemarahan dan Kritik dari Suporter Internasional
Organisasi pendukung fans, seperti Football Supporters Europe (FSE), mengecam tajam kebijakan harga ini dan menyebutnya sebagai “pengkhianatan monumental” terhadap tradisi dan semangat Piala Dunia. Mereka menuding FIFA telah mengabaikan peran penting suporter dalam menciptakan atmosfer turnamen, sekaligus menjadikan acara tersebut semakin tidak terjangkau bagi penggemar biasa.
Kelompok pendukung Inggris, termasuk English Fans’ Embassy dan Football Supporters’ Association, menyebut harga tiket itu sebagai “tamparan” dan “tindakan yang membuat fans merasa disisihkan”, terutama setelah awalnya diumumkan bahwa tiket akan dijual dengan harga yang lebih terjangkau.
Bukan hanya di Eropa, kritik serupa juga muncul dari komunitas suporter lain di seluruh dunia, yang merasa langkah kenaikan harga ini lebih menguntungkan sisi komersial daripada menghormati warisan budaya turnamen terbesar sepak bola internasional.
Dynamic Pricing: Faktor Kenaikan yang Kontroversial
Salah satu alasan utama naiknya harga adalah penerapan sistem dynamic pricing oleh FIFA, sebuah metode di mana harga tiket disesuaikan berdasarkan permintaan pasar, bukan hanya kategori tempat duduk standar. Sistem ini mirip dengan harga tiket pesawat atau hotel yang dapat naik drastis saat permintaan tinggi.
