RADARCIREBON.TV – Lampu Stadion BJ Habibie, Parepare, belum sepenuhnya “panas” ketika perang sudah meletus. Baru hitungan detik, dentuman pertama menghantam jantung tuan rumah. Bali United datang bukan sekadar bertamu, mereka membawa mental pasukan penakluk. Dan PSM Makassar, malam itu, dipaksa merasakan bagaimana kerasnya hukum laga hidup-mati.
Belum genap satu menit laga berjalan, Serdadu Tridatu langsung menancapkan tombak. Serangan balik kilat seperti panah dilepaskan dari garis tengah. Thijmen Goppel berlari membelah pertahanan, lalu mengirimkan umpan matang kepada Mirza Mustafic. Tanpa ragu, Mustafic melepaskan tembakan terukur ke sudut kanan gawang. Reza Arya Pratama sudah terbang, namun bola lebih dulu bersarang. Stadion terdiam, PSM tersentak, Bali United bersorak. Perang baru saja dimulai, dan Bali United sudah unggul.
PSM mencoba bangkit dengan cepat. Enam menit berselang, Alex Tanque berdiri sebagai harapan. Tembakan kerasnya mengarah tepat ke gawang, namun Mike Hauptmeijer tampil bak benteng terakhir. Refleksnya menepis bola, menggagalkan peluang emas. Bali United tak tinggal diam. Menit ke-10, Jordy Bruijn mencoba membalas, tapi Reza menunjukkan bahwa ia belum menyerah pada nasib.
Baca Juga:PSM Makassar Tantang Bali United di Pekan Terakhir Putaran Pertama Super League 2025/2026Nonton Streaming Super Big Match BRI Liga 1: PSM vs Bali United di Vidio dan Indosiar
Pertandingan berubah menjadi adu nyali. PSM menekan dengan segala cara. Rizky Eka Pratama di menit ke-17 dan Gledson empat menit kemudian mencoba merobek pertahanan lawan. Namun setiap tembakan seperti menghantam tembok baja bernama Hauptmeijer. Kiper Bali United itu tampil tenang di tengah gempuran, seolah kebal terhadap tekanan.
Petaka datang bagi PSM di menit ke-24. Syahrul Lasinari kembali melanggar dan wasit tak ragu mengangkat kartu kuning kedua. Kartu merah. Satu prajurit gugur. PSM harus berjuang dengan sepuluh orang, sementara waktu masih panjang dan luka belum tertutup.
Namun justru di situlah semangat PSM diuji. Dengan tenaga tersisa, mereka tetap menyerang. Yuran Fernandes mendapat peluang di menit ke-44, tapi arah bola melenceng, seolah keberuntungan memilih berpaling. Babak pertama ditutup dengan keunggulan tipis Bali United, tapi aroma laga keras sudah tercium jelas.
Babak kedua tak mengubah watak pertandingan. PSM tetap menyerang, Bali United bertahan sambil menunggu celah. Jacques Medina di menit ke-58 hampir menyamakan kedudukan, namun lagi-lagi Hauptmeijer berdiri di tempat yang tepat. Setiap penyelamatan terasa seperti pukulan telak bagi mental tuan rumah.
