Pemerintah Desa Surakarta, Kabupaten Cirebon melakukan penanganan sampah di TPS dengan menimbun dan mengubur sampah, karena armada Dinas Lingkungan Hidup terbatas.
Keterbatasan armada dan panjangnya antrean pembuangan sampah di TPA Gunung Santri membuat Pemerintah Desa Surakarta, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon mengambil langkah taktis dengan menimbun dan mengubur puluhan kubik sampah. Pasalnya, tumpukan sampah di TPS Desa Surakarta sudah sangat parah hingga menutup akses jalan usaha tani dan menyulitkan petani dalam memobilisasi persiapan masa panen.
Langkah darurat yang diambil oleh Pemerintah Desa Surakarta dengan mengubur sampah merupakan respon cepat dalam menyikapi keluhan petani dan masyarakat karena tumpukan sampah sudah sangat mengganggu. Pemerintah Desa Surakarta juga berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon agar penanganan sampah di desa bisa dilakukan secara optimal.
Baca Juga:Belum Sebulan Diperbaiki Jalan Kanci-Sindanglaut Rusak Lagi – VideoSawit Masih Tertanam Di Atas Bukit Dan Belum Dicabut – Video
Plt Kuwu Surakarta, Mita Royani, menghimbau kepada masyarakat agar tertib dan tidak membuang sampah sembarang. Terlebih Pemerintah Desa Surakarta sudah menyediakan TPS dan kontainer Dinas Lingkungan Hidup untuk menampung seluruh sampah rumah tangga.
Sementara, selain ditimbun dan dikubur di tanah milik desa, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon juga mengerahkan armada pengangkut untuk membawa sampah dari TPS Desa Surakarta ke TPA Gunung Santri. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon juga mengakui adanya keterbatasan armada pengangkut sampah dan alat berat yang kurang bekerja optimal karena mengalami kerusakan, sehingga menyebabkan antrean armada pengangkut di tempat pembuangan akhir sampah.
Di lain sisi, Pemerintah Desa Surakarta berkomitmen akan mengoptimalisasi penanganan sampah agar bisa selesai di tingkat desa. Di antaranya dengan penerapan peraturan desa terkait penanganan sampah, sosialisasi masyarakat, dan memperketat pengelolaan TPS.