Bukan Jurusan Favorit, Tapi Masa Depannya Cerah! S1 UGM Sepi Peminat Ini Bisa Jadi Tiket Lolos SNBP 2026

Universitas Gadjah Mada
ig @ugm.yogyakarta
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Masuk Universitas Gadjah Mada (UGM) masih menjadi impian besar bagi banyak siswa SMA di Indonesia. Kampus ini punya reputasi akademik yang kuat serta pengakuan internasional yang terus meningkat. Lingkungan Yogyakarta yang nyaman untuk belajar juga menjadi daya tarik tersendiri. Tak heran jika setiap jalur seleksi, termasuk SNBP 2026, persaingan masuk UGM selalu berlangsung ketat.

Namun di tengah ramainya peminat jurusan populer seperti Kedokteran, Hukum, atau Manajemen, ada sejumlah program studi S1 yang justru mencatat jumlah pendaftar lebih sedikit. Bagi siswa yang cermat melihat data, kondisi ini bisa menjadi strategi cerdas untuk memperbesar peluang diterima tanpa harus terjebak persaingan ekstrem.

Berdasarkan data SNBP 2025, berikut jurusan S1 UGM yang tergolong sepi peminat:

Baca Juga:Fresh Graduate Wajib Tahu! BRI Buka Lowongan Bergengsi, Kesempatan Emas Jadi Pemimpin Masa Depan PerbankanJadwal Diundur Demi Kompetisi Asia! Persib Puji I.League, Fokus Penuh Hadapi Misi Besar di ACL 2

  • Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian – 94 peminat
  • Bahasa dan Sastra Prancis – 101 peminat
  • Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa – 106 peminat
  • Teknik Sumber Daya Air – 106 peminat
  • Manajemen Sumberdaya Akuatik (Perikanan) – 110 peminat
  • Akuakultur (Budidaya Perikanan) – 118 peminat
  • Teknologi Hasil Perikanan – 138 peminat
  • Mikrobiologi Pertanian – 141 peminat
  • Agronomi – 148 peminat
  • Sejarah – 148 peminat
  • Fisika – 149 peminat

Jurusan-jurusan ini sering dianggap kurang populer karena tidak banyak dibahas dibanding prodi “tren”. Padahal, prospek kariernya luas. Teknik Sumber Daya Air sangat penting dalam pengelolaan banjir, irigasi, dan lingkungan. Agronomi serta Mikrobiologi Pertanian berperan besar dalam inovasi pangan. Bidang perikanan mendukung industri maritim yang strategis bagi Indonesia. Fisika menjadi dasar pengembangan teknologi modern, sementara Sejarah dan studi bahasa tetap relevan dalam pendidikan, riset, budaya, hingga industri kreatif.

Minimnya peminat bukan berarti kualitasnya rendah. Justru di jurusan seperti ini, mahasiswa sering mendapat perhatian akademik lebih fokus serta peluang pengembangan diri yang besar. Tantangannya adalah keseriusan dan ketertarikan pribadi terhadap bidang tersebut.

Karena itu, strategi memilih jurusan sepi peminat harus diimbangi pemahaman diri. SNBP 2026 bukan sekadar ajang menembus PTN, tetapi langkah awal menentukan arah masa depan. Jika dipilih dengan pertimbangan matang, jurusan S1 UGM yang jarang dilirik ini bisa menjadi pintu masuk menuju karier cerah dengan persaingan yang lebih realistis.

0 Komentar