Balai Besar Wilayah Sungai terus melanjutkan program normalisasi Sungai Sukalila. Namun, memasuki pekan pertama pelaksanaan, keterbatasan alat dan adanya kabel listrik yang menggantung masih menjadi kendala.
Setelah satu minggu berjalan, progres normalisasi Sungai Soekarnila kini difokuskan pada ruas prioritas pertama, yakni Kali Baru. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) mengatakan setelah ruas Kalibaru rampung, pekerjaan akan dilanjutkan ke ruas Sungai Sukalila hingga Muara Sukalila.
Meski demikian, pelaksanaan normalisasi tidak lepas dari hambatan. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan alat berat jenis long arm yang harus bermanuver di tengah banyaknya kabel listrik di sepanjang sungai. Kondisi ini membuat pergerakan alat menjadi terbatas dan membutuhkan penyesuaian ekstra.
Baca Juga:Bupati Imron Soroti Kasus Penipuan P3K Di Lingkup Pemkab Cirebon – VideoPipa Swasta Ditemukan Pada Kawasan Mata Air Cikalahang – Video
Selain itu, normalisasi di kawasan tengah kota dinilai lebih sulit dibanding wilayah pedesaan karena tingginya aktivitas warga dan keterbatasan ruang mobilisasi alat serta armada pengangkut material yang dinilai kurang. Saat ini, BBWS hanya mengoperasikan tiga unit truk pembuangan dan satu unit alat berat.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, BBWS memastikan pekerjaan normalisasi tetap berjalan sesuai rencana tanpa adanya penambahan alat berat dan menargetkan seluruh ruas sungai Sukalila rampung pada April 2026.
Normalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sungai dan memperlancar aliran air untuk mengurangi risiko banjir di kawasan perkotaan. Sehingga bisa mempercantik Kota Cirebon dan bisa menjadi daya tarik wisatawan datang berkunjung.