Tidak hanya visual, sektor audio juga menjadi perhatian serius. Sony Xperia membawa teknologi audio khas Walkman, mendukung Hi-Res Audio, LDAC, serta kualitas speaker stereo yang seimbang. Di saat banyak produsen menghilangkan jack audio 3,5 mm, Sony justru tetap mempertahankannya di beberapa model Xperia, sebuah keputusan yang mendapat apresiasi besar dari audiophile dan pengguna headphone kabel berkualitas tinggi.
Dari sisi performa, Sony Xperia umumnya dibekali chipset kelas flagship terbaru di masanya, dipadukan dengan RAM dan penyimpanan yang mumpuni. Sony memang jarang bermain di segmen ponsel murah, karena fokus utamanya adalah pengalaman premium. Sistem operasi Android yang digunakan juga cenderung bersih, minim aplikasi bawaan yang tidak perlu, sehingga terasa ringan dan stabil untuk penggunaan jangka panjang.
Namun, perjalanan Sony Xperia tentu tidak selalu mulus. Harga yang relatif tinggi kerap menjadi kendala utama di banyak pasar, termasuk Indonesia. Selain itu, distribusi yang terbatas dan strategi pemasaran yang tidak seagresif kompetitor membuat Xperia kurang dikenal oleh generasi pengguna baru. Meski begitu, Sony tampaknya sadar akan posisinya dan tidak memaksakan diri untuk bersaing secara kuantitas. Xperia hadir sebagai produk niche dengan basis penggemar loyal yang menghargai kualitas dan filosofi Sony.
Baca Juga:Sheila On 7 Bersiap Torehkan Sejarah Baru di 2026: Konser yang Ditunggu, Nostalgia yang Tak Pernah PadamSerbuan Kode Redeem Free Fire: Fenomena Berburu Hadiah Gratis yang Tak Pernah Sepi di Kalangan Survivors
Menariknya, di tengah tren ponsel lipat dan fitur berbasis AI yang semakin masif, Sony tetap berjalan dengan pendekatannya sendiri. Alih-alih mengejar gimmick, Xperia lebih menekankan konsistensi dan penyempurnaan pengalaman inti. Kamera dibuat semakin mendekati perangkat profesional, layar semakin akurat, dan audio semakin mendekati standar studio. Pendekatan ini mungkin tidak membuat Xperia menjadi ponsel terlaris, tetapi menjadikannya salah satu smartphone paling dihormati di kalangan pengguna serius.
Ke depan, Sony Xperia berpotensi kembali mencuri perhatian jika mampu mengombinasikan keunggulan teknisnya dengan strategi harga dan distribusi yang lebih kompetitif. Dengan kekuatan ekosistem Sony di bidang kamera, film, musik, dan gaming, Xperia sebenarnya memiliki modal besar untuk tampil lebih relevan di era smartphone modern. Bukan mustahil, Xperia akan kembali menjadi simbol ponsel premium yang bukan hanya pintar, tetapi juga benar-benar profesional.
