Opsi kedua, yang lebih realistis, adalah menunjuk tim pengganti. FIFA memiliki kewenangan penuh untuk menentukan negara mana yang dianggap layak mengisi slot yang ditinggalkan Iran.
Siapa Calon Pengganti Iran?
Iran lolos otomatis ke Piala Dunia 2026 setelah menjuarai Grup A putaran ketiga Kualifikasi zona Asia. Runner-up grup tersebut, Uzbekistan, juga memastikan tiket langsung. Sementara itu, tim peringkat tiga dan empat, yakni Uni Emirat Arab dan Qatar, melanjutkan perjuangan ke fase berikutnya.
Qatar berhasil lolos setelah menjadi pemuncak Grup A pada putaran keempat kualifikasi. Di sisi lain, Uni Emirat Arab harus mengakui keunggulan Irak dalam perebutan tiket playoff interkontinental.
Baca Juga:Jika Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Apakah Indonesia Masuk Daftar Pengganti? Ini Penjelasan Resmi FIFADampak Serangan Israel ke Iran: Harga Emas 2026 Melonjak Tajam, Apakah Akan Naik Terus?
Irak kini bersiap menghadapi laga playoff antarkonfederasi melawan pemenang duel Bolivia versus Suriname di Meksiko pada Maret mendatang. Apabila Irak berhasil meraih tiket Piala Dunia melalui jalur tersebut, maka Uni Emirat Arab berpotensi menjadi kandidat kuat pengganti Iran karena statusnya sebagai tim dengan capaian kompetitif terakhir di zona Asia.
Alternatif lainnya, FIFA dapat mengalihkan slot tersebut kepada tim dari konfederasi lain. Kandidat yang kalah dalam playoff antarkonfederasi, seperti Suriname atau Bolivia, juga berpeluang dipertimbangkan sebagai opsi darurat.
Situasi ini menunjukkan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan FIFA. Dengan mempertimbangkan aspek regulasi, kompetitif, dan stabilitas turnamen, badan sepak bola dunia tersebut harus mengambil langkah strategis apabila Iran benar-benar mundur. Hingga kini, dunia sepak bola masih menanti kepastian resmi mengenai nasib Iran di Piala Dunia 2026.
