RADARCIREBON.TV- Di tengah perlombaan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kian sengit di tingkat global, sisi gelap teknologi ini justru mulai dimanfaatkan oleh para pelaku kriminal. Ironisnya, sistem AI yang awalnya diciptakan untuk membantu pengguna, kini malah bertransformasi menjadi alat penipuan jenis baru yang super instan. Bahkan, celah keamanan ini bisa membuat akun media sosial Anda raib dalam sekejap.
Modus penipuan terbaru ini ditemukan menyasar chatbot AI bantuan (AI support) milik Meta. Sejumlah pakar keamanan siber mengungkapkan bahwa para peretas telah berhasil menemukan celah krusial untuk membobol dan menguasai akun-akun Instagram korban.
Dilansir dari Reuters, Jumat (5/6/2026), metode serangan ini dikenal dengan istilah prompt injection. Skemanya terbilang cerdik: pelaku memberikan serangkaian instruksi manipulatif khusus kepada chatbot. Akibatnya, sistem AI tersebut “kebingungan” dan langsung menyerahkan hak akses penuh akun target kepada sang peretas.
Baca Juga:Tanpa Bang Jay, Ini Prediksi Skuad Timnas Indonesia Racikan John Herdman vs Oman di FIFA MatchdayAntrean Tembus 1,2 Juta! War Tiket Konser BTS di Malaysia & Singapura Bikin ARMY Elus Dada, Jakarta Siap-Siap!
AI Gagal Kenali Pemilik Asli
Masalah utama dari insiden ini adalah ketidakmampuan chatbot AI Meta dalam membedakan antara pemilik akun yang sah dengan penipu.
Alat pintar tersebut ternyata sangat mudah dibujuk oleh pelaku untuk mengatur ulang (reset) informasi kredensial akun, tanpa melalui proses verifikasi identitas independen yang ketat terlebih dahulu.
Dampaknya sangat fatal. Dengan memegang kendali penuh, oknum jahat tersebut tidak hanya bisa mengeksploitasi data pribadi di dalam akun Instagram korban, tetapi juga memiliki wewenang penuh untuk menghapus akun tersebut secara permanen dari platform.
Kasus memilukan ini langsung menjadi sorotan tajam karena menelanjangi kerapuhan sistem kecerdasan buatan Meta.
Banyak pihak menilai perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg itu terlalu ceroboh dengan memberikan wewenang yang terlampau luas kepada AI untuk mengurus tugas-tugas sensitif, salah satunya adalah pemulihan akun (account recovery).
Padahal, Meta saat ini sedang gila-gilaan berinvestasi di sektor AI. Demi memuluskan ambisi besarnya, mereka bahkan sempat melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawannya dan menjanjikan dana fantastis hingga US$145 miliar untuk membangun infrastruktur AI.
Meski demikian, pihak Meta buru-buru memberikan konfirmasi bahwa celah keamanan tersebut kini telah berhasil ditambal. Mereka juga mengeklaim sedang dalam proses mengamankan kembali akun-akun pengguna yang telanjur menjadi korban terdampak.
