RADARCIREBON.TV- Menatap panggung sebesar Piala Dunia biasanya dipenuhi dengan gegap gempita dan persiapan yang matang. Namun, cerita yang sangat kontras harus dialami oleh Tim Nasional Iran.
Skuad berjuluk Team Melli ini terpaksa menjalani masa persiapan menuju Piala Dunia 2026 dengan hati yang hancur dan fokus yang terbelah, seiring konflik bersenjata yang tengah berkecamuk di tanah air mereka.
Sejak akhir Februari lalu, situasi geopolitik di Timur Tengah memanas setelah Iran mendapat serangan militer dari Amerika Serikat dan Israel. Hingga detik ini, ketegangan belum juga mereda meskipun sempat ada upaya gencatan senjata yang disepakati kedua belah pihak.
Baca Juga:Tanpa Bang Jay, Ini Prediksi Skuad Timnas Indonesia Racikan John Herdman vs Oman di FIFA MatchdayAntrean Tembus 1,2 Juta! War Tiket Konser BTS di Malaysia & Singapura Bikin ARMY Elus Dada, Jakarta Siap-Siap!
Kondisi serba tidak pasti di dalam negeri ini jelas memukul telak persiapan Timnas Iran. Demi menjaga keselamatan dan kelancaran program latihan, mereka terpaksa “mengungsi” dengan memindahkan markas latihan ke Turki.
Dari sanalah, seluruh urusan administrasi, mulai dari pengajuan visa hingga pengurusan dokumen tim lainnya, terpaksa diurus dari jarak jauh.
“Diusir” secara Halus oleh Tuan Rumah
Ironisnya, tantangan tidak berhenti sampai di situ. Akibat konflik yang melibatkan salah satu negara tuan rumah, Iran harus menerima perlakuan diskriminatif terkait akomodasi.
Skuad Iran terpaksa memindahkan hotel tempat mereka menginap selama turnamen, dari yang awalnya direncanakan di Tucson, Arizona (Amerika Serikat), digeser ke Tijuana, Meksiko.
Langkah ini diambil setelah pemerintah Amerika Serikat secara terbuka enggan memberikan izin bagi skuad Iran untuk bermalam di wilayah mereka.
Alhasil, sebuah skenario melelahkan harus dijalani: Iran akan terbang ke Amerika Serikat hanya untuk bertanding di fase grup, dan harus langsung kembali pulang ke penginapan mereka di Meksiko begitu peluit panjang ditiup.
Sejarah mencatat, baru kali inilah dalam perhelatan Piala Dunia, ada negara tuan rumah yang sedang terlibat perang aktif melawan salah satu negara peserta. Sebuah situasi abu-abu yang menempatkan mental para pemain Iran berada di titik terendah.
Baca Juga:Hasil Indonesia Open 2026: Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum Lolos ke Perempat FinalPanas! Kubu Erling Haaland Buka Suara Soal Rumor Jersey Nomor 9 di Real Madrid
“Sejujurnya, ini tidak mudah. Tapi pada akhirnya… ini akan sulit bagi kami karena pada saat yang sama, kami mengikuti berita di negara kami dan hal-hal politik, tentu saja, dapat memengaruhi pikiran para pemain dan masyarakat,” ungkap gelandang senior Iran, Saeid Ezatolahi, saat diwawancarai oleh The Associated Press.
