Berapa Besaran THR Ojol Tahun 2026? Simak Penjelasannya

THR Ojol
Secara hukum ketenagakerjaan, THR diatur dalam regulasi Kementerian Ketenagakerjaan dan wajib diberikan kepada pekerja dengan status hubungan kerja formal. Foto: gojekIndonesia/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Kabar gembira bagi para mitra pengemudi ojek online di tahun 2026. Dua platform besar ojek online resmi mengalokasikan dana fantastis hingga Rp110 miliar untuk BHR atau THR.

Pemerintah memperkirakan sekitar 850.000 pengemudi ojek online akan menerima BHR.

Pada tanggal 2 Maret 2026, pemerintah mengeluarkan imbauan kepada penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi untuk memberikan Bonus Hari Raya Keagamaan (BHR) bagi kurir dan pengemudi online atau ojol.

Ketentuan ini tertulis dalam SE Menaker No. M/4/HK.04.00/III/2026.

Berikut sejumlah informasi BHR Keagamaan atau THR ojol yang disarikan dari surat edaran tersebut.

Baca Juga:Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Tapi Masih di Atas Rp3 Juta/GramPromo Alfamart dan Indomaret Ramadan 2026 Hari ini Jumat 6 Maret, Minyak Goreng Termurah Cek

  1. BHR Keagamaan diberikan oleh perusahaan aplikasi kepada pengemudi dan kurir online yang terdaftar secara resmi pada perusahaan aplikasi dalam jangka waktu 12 bulan terakhir.
  2. BHR Keagamaan diberikan dalam bentuk uang tunai paling sedikit 25% dari rata-rata pendapatan bersih selama 12 bulan terakhir.
  3. Perusahan aplikasi agar transparan dalam perhitungan besaran BHR Keagamaan kepada pengemudi dan kurir online.
  4. BHR Keagamaan diberikan paling lambat 7 hari sebelum Raya Idul Fitri 1447 H.
  5. Pemberian BHR Keagamaan tidak menghilangkan dukungan kesejahteraan bagi pengemudi dan kurir online sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang telah diberikan oleh perusahaan aplikasi.

Besaran THR yang Diterima Ojol

Dengan adanya surat edaran, pemberian BHR Keagamaan bagi pengemudi ojol tahun ini ditetapkan dalam bentuk uang tunai dengan nominal paling sedikit 25% dari rata-rata pendapatan bersih pengemudi selama 12 bulan terakhir.

Namun, perlu dicatat bahwa besaran yang diterima tiap mitra tidak bersifat rata. Jumlah tersebut akan dihitung secara personal berdasarkan tingkat aktivitas harian selama setahun, konsistensi performa dalam menjaga rating pelanggan, serta tingkat kepatuhan mitra terhadap seluruh aturan operasional platform.

Komitmen perusahaan aplikasi dalam memberikan apresiasi ini juga terlihat dari lonjakan anggaran yang disiapkan. Dua raksasa platform, GoTo dan Grab, dilaporkan telah mengalokasikan dana gabungan yang sangat besar, yakni berkisar antara Rp100 miliar hingga Rp110 miliar. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan, hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan alokasi tahun 2025 yang hanya menyentuh angka Rp50 miliar.

0 Komentar