RADARCIREBON.TV – Rider Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, meyakinkan motor tunggangannya mampu untuk berkompetisi pada turnamen Moto3 musim ini.
Debut pebalap muda asal Indonesia yang baru berusia 17 tahun tersebut dimulai pada musim dengan performa yang menakjubkan.
Veda semakin menunjukkan bahwa dirinya mampu beradaptasi dengan cepat pada level balap yang lebih tinggi.
Baca Juga:Mengejutkan, Ini Alasan Liverpool Rela Melepas Mohamed Salah Secara GratisDaftar Harga Honda Brio Terbaru 2026 Semua Varian, City Car Irit yang Digemari Anak Muda
Sejak menjalani sejumlah seri awal, Veda mampu berkompetisi dengan para pebalap lain yang lebih berpengalaman.
Hal itu membuktikan Honda Team Asia dan perkembangan pembalap muda Indonesia semakin garang di kancah balap kelas dunia.
Pada dua seri yang sudah dihadapi di Moto3 musim ini, Veda Ega menuntaskan kelima di Thailand dan meraih podium di Brasil.
Walau pebalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu mengawali musim dengan bagus, tak sedikit yang meragukan performa motor Honda NSF250RW tunggangannya.
Banyak yang menilai Honda sulit berkompetisi dengan KTM. Maka dari itu, muncul banyak saran supaya Veda Ega pindah ke tim selain Honda pada musim depan.
Setelah balapan di Brasil akhir pekan lalu, Veda Ega membedah kekuatan dan kelemahan Honda.
Veda menegaskan bakal terus mengembangkan gaya balapnya dengan motor Honda yang menjadi “kuda besi” unggulannya.
Baca Juga:Kia EV2 Resmi Mengaspal, Mobil Listrik Termurahnya Dibanderol Mulai Rp 480 JutaanJelang Duel dengan Semen Padang, Persib Bandung Pastikan Fisik Pemain Nyaris Maksimal
“Saya rasa memang motor Honda kompetitif, dan juga ya ada plus minusnya dari merek lain. Kemarin di Brasil, Honda ada kelebihan di grip depan, karena pebalap merek lain mengeluh bagian depannya hilang-hilang, maksudnya low side,” papar Veda Ega Pratama.
“Tetapi saya pakai Honda merasa tidak ada masalah sama sekali di depan. Mungkin di beberapa tikungan memang ada, pastinya setiap sirkuit ada kendala. Namun, kemarin di Brasil saya merasa Honda kuat, dan di trek lurus (straight) juga tidak kalah,” lanjut dia.
“Untuk masukan ke tim, mungkin kalau motor tidak ada masukan, lebih ke saya sendiri. Cara bawa motornya, cara riding-nya, masih banyak yang harus ditingkatkan (improve),” jelasnya.
Moto3 akan kembali berlangsung di Amerika Serikat akhir pekan ini, tepatnya di Sirkuit Austin. Mampukah Veda Ega kembali memetik hasil gemilang pada ajang Moto3 Amerika Serikat?
