Jembatan rel kereta api di Sungai Sukalila, sekitar kawasan Pelabuhan Cirebon, dibongkar. Pemerhati cagar budaya Cirebon prihatin karena aset yang memiliki nilai sejarah akan hilang. Di kawasan Sungai Sukalila, sekitar Jalan Sisingamangaraja, terdapat sebuah jembatan besi kuno yang menjadi akses kereta api pada masa kolonial Belanda. Pada tahun 1910, disebut Jembatan Kali Anyar yang memiliki peran penting untuk akses kereta api dalam mengangkut berbagai barang komoditi dari sejumlah wilayah seperti Kesenden dan lainnya menuju Pelabuhan Cirebon. Namun di awal April 2026 ini, jembatan yang berusia ratusan tahun dibongkar, yang sudah berlangsung beberapa hari. Saat dikonfirmasi, Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon menyampaikan pembongkaran jembatan rel kereta api ini sebagai upaya mendukung program Pemerintah Kota Cirebon dalam melakukan penataan kawasan Sukalila menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Sementara, sejumlah pihak pemerhati cagar budaya, seperti dari Keraton Kacirebonan, Elang Iyan Ariffudin, merasa prihatin dengan dibongkarnya jembatan yang menjadi salah satu aset bersejarah peninggalan kolonial Belanda. Meski secara umum mendukung kebijakan pemerintah untuk mengubah kawasan kumuh Sukalila menjadi lebih baik, namun di sisi lain jika jembatan ini direvitalisasi dan diberi papan deskripsi, bisa menjadi sumber pengetahuan bagi generasi muda untuk mengenal perkembangan jalur transportasi tempo dulu. Namun dengan kondisi besi jembatan yang sudah dipotong menjadi beberapa bagian menggunakan alat potong las, aset jembatan rel kereta ini akan hilang dan ke depannya generasi muda tidak bisa melihat sisa-sisa peninggalannya.