Gedung Kesenian Nyimas Rara Santang di Kota Cirebon mendapat perhatian Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk direvitalisasi. Pemerintah menilai gedung ini memiliki nilai historis sebagai ruang ekspresi seni dan budaya, sekaligus berpotensi dikembangkan menjadi pusat kegiatan kebudayaan di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Gedung Kesenian Nyimas Rara Santang yang berada di Kota Cirebon telah lama menjadi saksi bisu berbagai pertunjukan seni, mulai dari teater hingga kesenian tradisional dan kontemporer, kini tengah disiapkan untuk direvitalisasi.
Dalam peninjauannya pada hari Jumat, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia menilai kondisi struktur bangunan masih cukup baik. Namun, sejumlah aspek seperti interior, eksterior, hingga penataan lingkungan perlu pembenahan agar lebih representatif dan nyaman bagi para seniman dan pengunjung.
Baca Juga:Pemkab Cirebon Perkenalkan Salam Khas Kulanun Mangga – VideoHarmoni Hari Jadi Ke-544, Kab. Cirebon Teguhkan Arah Pembangunan – Video
Gedung ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat pertunjukan, tetapi juga berkembang sebagai kantong budaya atau pusat aktivitas seni yang mampu menampung berbagai komunitas kreatif di Kota Cirebon dan wilayah sekitarnya.
Rencana revitalisasi akan dilakukan secara kolaboratif, melibatkan pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan, pemerintah daerah, hingga pihak swasta. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar pengelolaan gedung dapat berkelanjutan dan hidup dengan berbagai kegiatan.
Selain pembenahan fisik, pemerintah juga mendorong penguatan program kegiatan seni dan budaya. Nantinya, dukungan dapat diberikan melalui skema nonfisik seperti penyelenggaraan event dan aktivitas kebudayaan.
Ke depan, Gedung Kesenian Nyimas Rara Santang juga direncanakan menjadi bagian dari pengembangan taman budaya di Kota Cirebon guna memperkuat ekosistem seni serta memberikan ruang yang lebih luas bagi para pelaku seni untuk berkarya dan berekspresi.