Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon menyebut program TPS3R belum terealisasi secara merata di seluruh desa. Meski begitu, sejumlah lokasi sudah menunjukkan hasil positif dalam pengelolaan sampah berbasis sumber.
Dinas Lingkungan Hidup, DLH Kabupaten Cirebon menjelaskan program Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle atau TPS 3R belum terealisasikan secara merata di seluruh desa. Meski demikian, sebenarnya sudah berjalan di beberapa desa. Namun implementasinya belum menyeluruh dan masih membutuhkan optimalisasi di berbagai wilayah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono menyebut, saat ini baru sekitar lima hingga enam desa yang telah menjalankan TPS 3R secara optimal. Salah satunya di Desa Ciawigajah yang dinilai mampu menyelesaikan sampah langsung dari sumbernya.
Baca Juga:80 Persen ASN Kab. Cirebon Akan Bekerja Dari Rumah Saat WFH – VideoJalan Sindanglaut Pabuaran Rusak – Video
DLH menilai pendekatan ekonomi sirkular menjadi kunci dalam pengelolaan sampah berbasis TPS 3R. Sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat.
Untuk mendorong keberlanjutan program, DLH melibatkan pemerintah desa melalui Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes. Agar TPS3R dapat dikelola sebagai unit usaha yang memberikan manfaat ekonomi.
Meski demikian, DLH mengakui masih ada TPS3R yang belum berjalan optimal. Oleh karena itu, edukasi dan pendampingan terus dilakukan, baik kepada masyarakat maupun melalui program sekolah adiwiyata.
DLH juga membuka layanan pengaduan melalui media sosial untuk menangani keluhan terkait sampah. Namun masyarakat diimbau untuk menggunakan layanan tersebut secara bijak.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Cirebon berharap kolaborasi antara pemerintah, desa, dan masyarakat dapat mempercepat realisasi TPS3R. Sehingga permasalahan sampah dapat diselesaikan dari sumbernya sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi.