RADARCIREBO.TV – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap langkah penangkapan masif ikan sapu-sapu yang dilakukan di sejumlah sungai ibu kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menilai kebijakan tersebut sebagai langkah strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan yang semakin terancam oleh keberadaan spesies invasif.
Dalam keterangannya di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4), Pramono mengapresiasi inisiatif yang telah dilakukan oleh jajaran pemerintah kota bersama petugas lapangan. Ia menilai aksi cepat tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan lingkungan yang kerap luput dari perhatian publik.
Ikan sapu-sapu diketahui bukan merupakan spesies asli Indonesia, melainkan berasal dari kawasan Amerika Selatan. Kemampuan adaptasi yang tinggi membuat ikan ini mampu bertahan hidup dalam berbagai kondisi lingkungan, termasuk di perairan yang tercemar. Sifatnya yang omnivora atau memakan hampir segala jenis bahan organik menjadikan ikan ini sangat kompetitif dalam memperebutkan sumber makanan.
Baca Juga:Kabar Baik! Pemerintah Siapkan Beras SPHP Kemasan 2 Kg, Lebih Murah dan TerjangkauStrategi Pemerintah Perkuat Rupiah Saat Krisis, Kunci Utama Kembalikan Kepercayaan
Menurut Pramono, karakter invasif ikan sapu-sapu berpotensi mengganggu keberlangsungan hidup ikan lokal. Jika tidak dikendalikan, populasi ikan ini dapat mendominasi habitat sungai dan mengganggu rantai makanan alami. Dampaknya, spesies ikan lokal seperti wader berisiko mengalami penurunan populasi bahkan punah secara lokal.
Selain dampak ekologis, Pramono juga menyoroti potensi risiko kesehatan jika ikan sapu-sapu dikonsumsi. Pola makan ikan ini yang tidak selektif meningkatkan kemungkinan adanya kontaminasi zat berbahaya dalam dagingnya. Oleh karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak sembarangan memanfaatkan ikan tersebut sebagai bahan pangan.
Upaya penangkapan ikan sapu-sapu sebelumnya telah dilakukan di Kali Cideng, tepatnya di kawasan depan Plaza Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat. Operasi tersebut melibatkan sekitar 100 personel gabungan dari berbagai instansi, termasuk Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta serta Gulkarmat Jakarta Pusat. Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil menangkap 41 ekor ikan sapu-sapu berukuran besar.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan untuk mengendalikan penyebaran spesies invasif di perairan Jakarta. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan serupa telah dilakukan sebelumnya di Kali Ciliwung, dengan hasil yang cukup signifikan dalam menekan populasi ikan sapu-sapu.
