Tak Lagi Andalkan Dolar, Indonesia Perkuat Kerja Sama Mata Uang dengan Negara Lain

foto
Ilustrasi: jcomp/Freepik
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Di tengah kuatnya dominasi dolar Amerika Serikat dalam sistem keuangan dunia, Indonesia pelan-pelan mulai cari cara biar nggak terlalu bergantung sama mata uang tersebut.

Soalnya, kalau semua transaksi masih bergantung ke dolar, risiko bakal terasa banget saat nilai tukarnya lagi naik atau kondisi global lagi nggak stabil.

Salah satu langkah yang diambil Indonesia adalah lewat kerja sama dengan bank sentral negara lain. Ini dikenal dengan istilah Bilateral Currency Swap Arrangement. Intinya sih simpel: dua negara sepakat untuk saling “pinjam-meminjam” mata uang masing-masing kalau sewaktu-waktu dibutuhkan.

Baca Juga:Diam-Diam Ngebut! Ducati Uji Motor 850cc untuk MotoGP 2027, Era Baru DimulaiLink Live Streaming Bayern vs Real Madrid: Duel Sengit Penentuan Semifinal Liga Champions 2026

Melansir dari beberapa sumber, menurut Chief Economist BCA, David Sumual, skema ini penting banget sebagai semacam “bantalan cadangan”.

Jadi kalau pasar keuangan lagi gonjang-ganjing atau dolar lagi menguat drastis, Indonesia nggak cuma mengandalkan cadangan devisa, tapi juga punya jalur alternatif buat dapetin likuiditas.

Gampangnya, ini kayak punya dana darurat tambahan. Jadi kalau ada kondisi ekstrem seperti krisis keuangan, Indonesia sudah lebih siap dibanding sebelumnya.

Saat ini, Indonesia sudah punya kerja sama swap mata uang dengan beberapa negara besar seperti China, Jepang, Australia, dan Korea Selatan. Total nilainya juga nggak main-main, mencapai sekitar US$90 sampai US$100 miliar.

Kalau dirinci, kerja sama dengan Malaysia mencapai sekitar MYR 8 miliar. Dengan Singapura sekitar US$10 miliar. Sementara yang paling besar datang dari Jepang, nilainya sampai US$22,76 miliar. Belum lagi dengan Korea Selatan dan China yang juga punya nilai kerja sama besar.

Dengan adanya fasilitas ini, Indonesia punya cadangan tambahan kalau sewaktu-waktu pasar valas lagi seret. Jadi ketika dolar lagi mahal atau sulit didapat, pemerintah masih punya opsi lain buat menjaga stabilitas ekonomi.

Tapi nggak cuma berhenti di situ. Indonesia juga mulai mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional. Jadi, kalau dulu hampir semua transaksi antarnegara pakai dolar, sekarang mulai diarahkan supaya bisa langsung pakai mata uang masing-masing.

Baca Juga:Jangan Lewatkan! Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Jadwal, Jam Tayang, dan Prediksi Laga SengitTak Gentar Lawan Kuat, Jonatan Christie Optimistis Indonesia Kuasai Grup Thomas Cup 2026

Contohnya lewat sistem pembayaran lintas negara seperti QRIS Cross Border. Sekarang, sistem ini sudah bisa dipakai dengan beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan. Artinya, transaksi jadi lebih simpel tanpa harus konversi ke dolar dulu.

0 Komentar