Breaking! IHSG Turun Tajam 2% Lebih, Rupiah Melemah, Sentimen Global Memburuk

foto
IHSG Hari ini/ foto: tangkapan layar/Google
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lagi-lagi mengalami tekanan cukup dalam pada perdagangan Selasa (19/5/2026). Sampai pukul 11.35 WIB, IHSG tercatat turun sekitar 2,65% ke posisi 6.424,60.

Pergerakan pasar hari ini benar-benar cukup bikin deg-degan. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 454 saham melemah, 212 saham menguat, dan 293 lainnya bergerak stagnan. Aktivitas transaksi juga masih cukup ramai dengan nilai mencapai Rp 10,61 triliun dari 17,34 miliar saham dalam 1,26 juta kali transaksi.

Namun di balik ramainya transaksi itu, kapitalisasi pasar justru ikut tergerus dan turun ke angka Rp 11.261 triliun. Artinya, nilai keseluruhan pasar saham Indonesia sedang berada dalam tekanan.

Baca Juga:Jadwal Liga Inggris: Susunan Pemain Man City vs Bournemouth, City Kejar Arsenal, Haaland Siap Mengamuk!4 Kandidat Pelatih Pengganti Pep Guardiola di Manchester City, Siapa Paling Cocok?

IHSG Sempat Naik Turun, Tapi Akhirnya Melemah

Menariknya, sejak pagi IHSG sebenarnya bergerak cukup liar alias volatil. Saat pembukaan, indeks sempat dibuka melemah 0,5%, lalu perlahan mencoba bangkit dan bahkan sempat masuk zona hijau.

Sayangnya, kenaikan itu tidak bertahan lama. Tekanan jual kembali muncul dan membuat IHSG akhirnya kembali turun cukup dalam hingga siang hari.

Rupiah Juga Ikut Tertekan

Bukan cuma IHSG yang melemah, nilai tukar rupiah juga ikut tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada pagi hari, rupiah sudah dibuka melemah tipis di level Rp17.650 per dolar AS, lalu makin turun ke Rp17.700 per dolar AS atau melemah sekitar 0,34%.

Padahal menariknya, indeks dolar AS (DXY) justru sedang melemah tipis sekitar 0,11% ke level 99,094. Tapi kondisi ini belum cukup kuat untuk membantu penguatan rupiah di pasar.

Sentimen Global Masih Bikin Pasar Hati-Hati

Tekanan di pasar keuangan ini juga tidak lepas dari situasi global yang masih cukup panas. Salah satu yang jadi perhatian adalah perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Dalam laporan terbaru, mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut ada pembicaraan terkait potensi pembatalan rencana serangan militer ke Iran setelah adanya permintaan dari beberapa negara seperti Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Meski begitu, situasinya masih jauh dari kata aman. Trump juga menegaskan bahwa militer AS tetap dalam posisi siap jika kesepakatan tidak tercapai.

0 Komentar