Tembok Tak Tertembus! Mauricio Souza Ungkap Rahasia Kokohnya Pertahanan Persija yang Bikin Lawan Frustrasi

Sepakbola Indonesia
Mauricio menekankan bahwa konsep bertahan yang diterapkan Persija tidak berhenti di sektor belakang. Foto: mauricio__souza_/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Performa impresif ditunjukkan Persija Jakarta pada pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026.

Bukan hanya kemenangan meyakinkan yang diraih, tetapi juga bagaimana lini pertahanan tampil nyaris sempurna tanpa cela. Pelatih kepala, Mauricio Souza, secara khusus memberikan apresiasi tinggi terhadap soliditas kolektif timnya yang dinilai menjadi fondasi utama kemenangan tersebut.

Dalam laga penting menghadapi Persebaya Surabaya, Persija tampil dominan dan berhasil menang dengan skor 3-0. Namun yang paling mencuri perhatian bukan sekadar jumlah gol, melainkan bagaimana tim berjuluk Macan Kemayoran mampu menjaga gawangnya tetap steril sepanjang pertandingan. Bahkan, lawan tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran ke arah gawang Persija selama 90 menit penuh.

Baca Juga:Jelang Laga Penentuan Gelar! Persib Diterpa Masalah Serius, Pilar Utama di Lini Belakang Dipastikan MenepiDrama GBLA! Johnny Jansen Geram, Bali United Merasa Layak Sapu Bersih Poin dari Persib

Hal ini menjadi indikator kuat bahwa pertahanan Persija tidak hanya solid, tetapi juga terorganisir dengan sangat baik. Mauricio Souza pun menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukan hanya hasil kerja lini belakang semata, melainkan buah dari kerja kolektif seluruh pemain di lapangan.

Mauricio Souza Ungkap Rahasia Kokohnya Pertahanan Persija yang Bikin Lawan Frustrasi

Menurutnya, empat pemain di lini pertahanan Bruno Tubarao, Rizky Ridho, Paulo Ricardo, dan Dony Tri Pamungkas menunjukkan performa luar biasa dalam menjaga kedisiplinan serta koordinasi antarlini. Ia bahkan secara khusus memuji kontribusi Dony Tri yang dianggap tampil di atas rata-rata dalam pertandingan tersebut.

Namun lebih dari itu, Mauricio menekankan bahwa konsep bertahan yang diterapkan Persija tidak berhenti di sektor belakang. Ia menilai bahwa lini tengah juga memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan permainan. Nama-nama seperti Fabio Calonego dan Van Basty Souza disebut sebagai pemain yang berkontribusi besar dalam memutus alur serangan lawan sejak dari tengah lapangan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Persija mengusung filosofi pertahanan modern, di mana seluruh pemain memiliki tanggung jawab defensif. Bahkan, lini depan pun turut berperan dalam menekan lawan sejak fase awal build-up. Mauricio mengungkapkan bahwa striker seperti Eksel Runtukahu juga aktif melakukan pressing, yang menjadi awal dari sistem pertahanan tim secara keseluruhan.

Strategi ini terbukti efektif dalam meredam agresivitas Persebaya. Tim lawan terlihat kesulitan mengembangkan permainan dan kerap kehilangan bola sebelum memasuki area berbahaya. Transisi cepat dari bertahan ke menyerang juga menjadi nilai tambah bagi Persija, yang mampu memanfaatkan momentum untuk menciptakan peluang.

0 Komentar