Harga BBM Tetap Stabil per April 2026, Berlaku di Seluruh SPBU Indonesia

Kebijakan ini berlaku untuk seluruh jenis BBM, baik subsidi maupun non-subsidi,
src-img : ofc.ig @pertamina
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto memutuskan untuk tidak melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) per April 2026. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh jenis BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, dan diterapkan di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), termasuk milik Pertamina serta operator swasta.

Keputusan tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, yang menegaskan bahwa harga BBM subsidi tetap tidak mengalami perubahan. Ia juga menyebut bahwa pembahasan terkait BBM non-subsidi masih berlangsung, sehingga belum ada kebijakan baru yang diberlakukan hingga pertengahan April 2026.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, harga BBM di berbagai SPBU masih sama seperti periode Maret 2026. Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga BBM di SPBU Pertamina tetap stabil. BBM jenis Pertamax (RON 92) masih dibanderol Rp12.300 per liter, sementara Pertamax Green 95 berada di angka Rp12.900 per liter. Untuk Pertamax Turbo, harga tercatat Rp13.100 per liter. Adapun jenis solar non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing dijual Rp14.200 dan Rp14.500 per liter.

Baca Juga:Aksi Foto di Sitinjau Lauik Tuai Kritik, Pengamat Tegaskan Jalan Bukan Area RekreasiBahlil Bocorkan Jenis BBM yang Harganya Bakal Naik

Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi masih berada pada harga lama sejak September 2022, yakni Rp10.000 dan Rp6.800 per liter. Kebijakan ini menunjukkan upaya pemerintah menjaga stabilitas harga energi di tengah dinamika global.

Pada SPBU swasta, harga BBM juga relatif tidak mengalami perubahan. Di jaringan BP-AKR dan Vivo Energy Indonesia, BBM jenis RON 92 seperti BP 92 dan Revvo 92 dijual sekitar Rp12.390 per liter. Harga tersebut masih sama dengan periode sebelumnya.

Namun, kondisi berbeda terjadi pada Shell Indonesia, yang saat ini dilaporkan tidak menjual BBM di sejumlah lokasi karena keterbatasan pasokan. Pihak Shell menyatakan masih berkoordinasi dengan pemerintah terkait proses perizinan impor BBM untuk tahun 2026.

Di beberapa wilayah seperti Ciater dan Mampang, Jakarta Selatan, SPBU swasta hanya menjual jenis BBM tertentu, bahkan sebagian tidak memiliki stok sama sekali. Hal ini menunjukkan adanya variasi ketersediaan produk di lapangan meskipun harga tetap stabil.

Dengan tidak adanya perubahan harga hingga pertengahan April 2026, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara daya beli masyarakat dan stabilitas sektor energi nasional di tengah kondisi pasar global yang dinamis.

0 Komentar