Upaya serius dilakukan Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk menuntaskan dua persoalan utama di wilayah Ciledug, Kabupaten Cirebon. Yaitu banjir dan kemacetan lalu lintas. Berbagai pembangunan infrastruktur pun mulai digenjot.
Salah satu titik yang menjadi fokus penanganan berada di Desa Jatiseeng. Kecamatan Ciledug, wilayah yang dikenal rawan banjir saat hujan deras. Banjir terjadi akibat ketidakseimbangan antara debit air dan kapasitas saluran.
Saat ini, pembangunan drainase baru tengah dilakukan, disertai trotoarisasi jalan. Langkah ini diharapkan mampu memperlancar aliran air agar tidak lagi meluap ke permukiman.
Baca Juga:DPRD Kota Cirebon Terima Aspirasi P3K Paruh Waktu – VideoRSUD Waled Perkuat Tata Kelola BPJS Kesehatan – Video
Selain itu, saluran baru akan terhubung ke arah Damarguna, sehingga aliran air yang sebelumnya terbatas ke sungai Cimanenteng, kini dapat mengalir lebih optimal.
Tak hanya banjir, kemacetan di tikungan Jatiseeng juga menjadi perhatian. Pemerintah berencana membangun jalan alternatif dari arah Lubuk Gajah menuju Jatiseeng untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Mad Soleh menegaskan, tahun 2026 menjadi momentum percepatan pembangunan infrastruktur di Ciledug.
Pembukaan jalan poros desa dianggarkan sebesar 1,1 miliar rupiah, serta penanganan banjir di sekitar kantor pos Jatiseeng sebesar 500 juta rupiah.
Dengan berbagai upaya ini, diharapkan masalah banjir dan kemacetan yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat segera teratasi.
Pembangunan dijadwalkan mulai April hingga Mei 2026. Dan diharapkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat Ciledug.