Kemensos Perbarui Data Bansos April 2026, 25.000 Keluarga Bertambah, Cek Status Anda Sekarang!

Kemensos Perbarui Data Bansos April 2026, 25.000 Keluarga Bertambah
Rupiah Indonesia. Source: pinterest
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) kembali melakukan pembaruan data bantuan sosial (bansos) pada April 2026. Hasil terbaru menunjukkan adanya penambahan sekitar 25.000 keluarga penerima manfaat (KPM) baru yang akan masuk dalam daftar penyaluran bantuan pada Triwulan II tahun ini. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menjelaskan bahwa penambahan jumlah penerima bansos ini merupakan hasil dari pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) volume kedua. Proses ini dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) melalui verifikasi dan validasi langsung di lapangan agar data yang digunakan semakin akurat dan mencerminkan kondisi riil masyarakat.

Dalam proses tersebut, Kemensos menyaring sebanyak 77.014 keluarga yang sebelumnya belum memiliki klasifikasi tingkat kesejahteraan atau desil. Dari hasil verifikasi, sebanyak 25.665 keluarga dinyatakan masuk ke dalam kelompok desil 1 hingga 4, yang berarti layak menerima bantuan sosial. Sementara itu, 1.511 keluarga lainnya masuk kategori desil 5 hingga 10 dan dinilai tidak memenuhi syarat sebagai penerima bansos.

Baca Juga:Resmi! Peserta PBI BPJS Kesehatan Non-Aktif Tetap Dapat Layanan RS, Ini Aturannya3 Permintaan Hodak ke Persib di Tengah Negosiasi Kontrak, Manajemen Siap Penuhi?

Tak hanya menambah jumlah penerima, Kemensos juga melakukan pembersihan data. Sebanyak 11.014 keluarga dicoret dari daftar penerima karena termasuk dalam kategori inclusion error, yaitu kondisi di mana penerima sebelumnya tidak lagi tergolong miskin atau rentan. Langkah ini menunjukkan bahwa data bansos bersifat dinamis dan terus diperbarui sesuai kondisi terbaru di lapangan.

Penambahan penerima bansos ini menjadi dasar untuk penyaluran bantuan tahap kedua di tahun 2026. Pemerintah menegaskan bahwa pembaruan data dilakukan secara berkala untuk meningkatkan akurasi sekaligus meminimalkan kesalahan penyaluran bantuan. Dengan sistem verifikasi langsung, setiap perubahan kondisi ekonomi masyarakat diharapkan dapat segera tercermin dalam data nasional.

Namun, di balik penambahan jumlah penerima ini, muncul sorotan dari sejumlah pengamat. Mereka menilai bahwa meningkatnya jumlah penerima bansos dapat menjadi indikasi bahwa kondisi kemiskinan belum mengalami penurunan signifikan. Bahkan, tekanan ekonomi di masyarakat disebut masih cukup tinggi sehingga perlu perhatian serius dari pemerintah.

Kemensos juga mengimbau masyarakat untuk aktif mengecek status penerimaan bansos secara mandiri. Pengecekan dapat dilakukan melalui situs resmi Kemensos maupun aplikasi “Cek Bansos”. Melalui layanan ini, masyarakat dapat mengetahui apakah mereka terdaftar sebagai penerima, termasuk informasi jenis bantuan dan periode penyalurannya.

0 Komentar