RADARCIREBON.TV – Di tengah krisis bahan bakar yang sempat melumpuhkan aktivitas nelayan, Pertamina melalui unit Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) resmi menambah kuota solar untuk wilayah Cirebon.
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas kelangkaan BBM yang sebelumnya berdampak pada ratusan kapal nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan.
Tambahan Kuota 20 Persen
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Susanto August Satria, menyampaikan bahwa pihaknya telah meningkatkan pasokan solar sekitar 20 persen.
Baca Juga:Isu Pembatasan BBM? Ini Bocoran Aturan Pertalite & Solar Bikin Heboh Se-Indonesia!Nelayan Minta Pembelian Solar Bersubsidi Tidak Dipersulit – Video
Penambahan ini berlaku untuk periode Maret hingga April 2026 dan disalurkan melalui SPBB di kawasan Pelabuhan Kejawanan.
“Kami berkomitmen memenuhi kebutuhan BBM masyarakat, termasuk nelayan,” ujarnya.
Koordinasi Intensif di Lapangan
Selain menambah kuota, Pertamina juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Syahbandar pelabuhan dan dinas terkait di Kota Cirebon.
Langkah ini bertujuan memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tepat sasaran, terutama bagi nelayan yang sangat bergantung pada ketersediaan solar untuk melaut.
Imbauan untuk Nelayan
Pertamina juga memberikan imbauan penting kepada nelayan dan pengusaha kapal agar menggunakan BBM sesuai peruntukannya.
Solar bersubsidi diperuntukkan bagi kapal dengan kapasitas di bawah 30 gross ton (GT), sementara kapal di atas 30 GT diharapkan menggunakan BBM industri.
Imbauan ini dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pasokan agar tidak kembali terjadi kelangkaan di lapangan.
Dampak Krisis Sebelumnya
Baca Juga:TERBARU! Lowongan Kerja Mitra10 Cirebon 2026 untuk Lulusan SMA/SMK, Banyak PosisiCara Mengganti Santan dengan Bahan Lain untuk Hidangan Lebih Sehat dan Tetap Lezat
Sebelumnya, kelangkaan solar menyebabkan lebih dari 100 kapal nelayan tidak dapat melaut. Dampaknya, sekitar 1.300 anak buah kapal (ABK) kehilangan penghasilan selama hampir satu bulan.
Kondisi tersebut membuat aktivitas di pelabuhan sempat lumpuh dan berdampak pada ekonomi masyarakat pesisir.
Penambahan kuota solar oleh Pertamina menjadi langkah awal untuk mengatasi krisis yang terjadi di sektor perikanan Cirebon. Namun, keberhasilan distribusi tetap bergantung pada pengawasan dan penggunaan BBM yang tepat sasaran.
Jika berjalan optimal, kebijakan ini diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas nelayan serta memulihkan roda ekonomi di wilayah pesisir.
