RADARCIREBON.TV – Pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 bisa jadi terasa berat untuk Bali United.
Bali United akan berlaga di markas sendiri, Stadion I Wayan Dipta untuk menerima lawatan Malut United
Malut United bukan lawan yang mudah ditumbangkan, walau pekan lalu mereka tergelincir di Stadion Kie Raha ketika berhadapan dengan Dewa United.
Baca Juga:Erick Thohir Pastikan PSSI Belum Akan Tambah Pemain NaturalisasiLowongan Penggerak Kampung Nelayan Merah Putih Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Bagi pelatih Bali United, Johnny Jansen, pertandingan versus Malut United, menjadi salah satu laga yang sulit terlupakan.
Pelatih asal Belanda itu masih ingat tentang pertemuan pertama, kemenangan Serdadu Tridatu kandas begitu saja lantaran gol bunuh diri Rizky Dwi di menit 90’+11 dan justru berakhir seri 3-3.
Tetapi, kali ini sepertinya Johnny Jansen mulai bisa membaca kondisi. Dua laga terakhir Kadek Agung CS dengan sekali menang dan sekali menang kalah.
Ketika ditumbangkan Persib Bandung pekan lalu, permainan Bali United dapat dikatakan mengalami perubahan. Boris Kopitovic sebagai ujung tombak, malah tidak dimainkan. Pada pekan sebelumnya saat menang telak 6-1 melawan PSBS Biak, Boris juga tak merumput.
Akhirnya, permainan sedikit lebih bergairah sebab peran Teppei Yachida sebagai playmaker, meskipun cuma usai Persib bermain dengan 10 pemain, Bali United berhasil mencetak gol.
“Waktu itu, Malut United sangat bagus saat transisi dalam serangan. Kalau kami kehilangan bola, mereka sangat jago dalam serangan,” kata Johnny Jansen.
“Meski kalah,mereka tetap tim yang bagus. Laga besok akan terbilang sulit dan harapan saya para pemain memiliki semangat juang seperti melawan Persib Bandung pekan lalu dan kali ini bisa meraih kemenangan,” ucapnya sebelum pertandingan,” sambungnya
Baca Juga:Pemerintah Buka Lowongan 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Merah Putih, Cek PersyaratannyaReal Madrid Tumbang! Bayern Munchen Favorit Juara Liga Champions
Dia berpikir pentingnya menganalisis permainan lawan sebagai pemikiran utama saat masa persiapan menjelang lag.
“Kami melakukan analisis terkait permainan lawan dan melihat kekurangan individu dari setiap pemain. Mereka memiliki transisi permainan cepat dan latihan hari ini kami pergunakan juga untuk melihat itu. Kami memerlukan fokus untuk bisa mengontrol pertandingan dan bisa raih kemenangan,” ujar eks pelatih PEC Zwolle itu.
Sementara itu, pelatih Malut United, Hendri Susilo, mengatakan semangat tim begitu membara setelah dikalahkan di markas dari Dewa United.
