Federasi sepak bola Indonesia, PSSI, langsung merespons kejadian ini dengan meminta Komite Disiplin untuk memberikan hukuman tegas kepada pelaku. Sanksi berat bahkan berpotensi dijatuhkan sebagai efek jera agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Sementara itu, pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, turut angkat bicara. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan contoh yang baik bagi pemain muda dan memastikan akan ada konsekuensi bagi siapa pun yang terlibat.
Insiden ini menjadi catatan serius bagi perkembangan sepak bola usia muda di Indonesia. Kompetisi yang seharusnya menjadi wadah pembinaan justru tercoreng oleh tindakan kekerasan yang membahayakan pemain. Pihak terkait kini diharapkan mengambil langkah tegas demi menjaga integritas dan masa depan sepak bola nasional.
