Ricuh Dewa United Vs Bhayangkara FC: Kronologi Lengkap Insiden Tendangan Kungfu ke Leher Lawan

Ricuh Dewa United Vs Bhayangkara FC
Potret Fadly Alberto Hengga pemain muda Bhayangkara FC sekaligus pemain Timnas Indonesia melakukan tendangan ke leher pemain Dewa United pada laga EPA U20 (19/4/26). Source: ig @smgfootball
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Laga kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Dewa United melawan Bhayangkara FC yang berlangsung di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026), berubah menjadi sorotan publik setelah diwarnai insiden kekerasan yang viral di media sosial. Pertandingan yang awalnya berjalan kompetitif justru berakhir dengan kericuhan serius antarpemain.

Dalam pertandingan tersebut, Dewa United berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 2-1. Dua gol kemenangan dicetak oleh Abu Thalib dan Kelvin Ananda Hairulis, sementara Bhayangkara FC hanya mampu membalas satu gol melalui Aqilah Lussnah.

Namun, tensi pertandingan yang memanas tidak berhenti saat peluit panjang dibunyikan. Setelah laga usai, suasana berubah menjadi tidak kondusif dengan terjadinya aksi saling dorong hingga berujung bentrokan antar pemain dari kedua tim.

Baca Juga:Bocoran FIFA Matchday! Timnas Indonesia akan Lawan 2 Negara Timur Tengah yang TC di Thailand pada Juni 2026Justin Bieber Cetak Rekor Streaming Tertinggi 2026 Berkat Coachella, Efek Bieberchella Picu Lonjakan Global

Puncak insiden terjadi ketika salah satu pemain Bhayangkara FC terekam kamera melakukan tendangan keras bergaya kungfu yang mengarah ke bagian leher pemain Dewa United. Video tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu reaksi keras dari publik.

Tidak hanya itu, dalam sejumlah rekaman lain juga terlihat aksi kekerasan tambahan, termasuk dugaan pemukulan yang melibatkan pihak ofisial. Asisten pelatih Dewa United, Firman Utina, bahkan mengunggah momen yang memperlihatkan pelatih kiper Bhayangkara FC diduga melakukan tindakan tidak sportif di tengah kericuhan.

Insiden ini disebut-sebut melibatkan pemain muda Bhayangkara FC, yang diduga adalah Fadly Alberto sosok yang sebelumnya dikenal sebagai bagian dari Timnas Indonesia kelompok usia. Aksi tersebut semakin menuai kritik karena terjadi di level pembinaan pemain muda yang seharusnya menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Kronologi kejadian menunjukkan bahwa kericuhan dipicu oleh ketegangan di akhir pertandingan. Gesekan antarpemain terjadi setelah gol kedua Dewa United, yang kemudian berkembang menjadi cekcok hingga aksi fisik. Bahkan, ada klaim bahwa provokasi antar pemain turut memperkeruh suasana di lapangan.

Akibat insiden tersebut, pemain Dewa United yang menjadi korban dilaporkan mengalami cedera cukup serius, mulai dari luka di wajah hingga dislokasi bahu. Kondisi ini semakin mempertegas bahwa tindakan kekerasan tersebut telah melampaui batas sportivitas dalam sepak bola.

0 Komentar