RADARCIREBON.TV- Pemerintah baru-baru ini mengungkapkan soal status kerja calon manajer untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Buat kamu yang tertarik atau sudah daftar, ada satu hal penting yang perlu diketahui: posisi ini nantinya bukan pegawai tetap, melainkan menggunakan sistem kontrak atau PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu).
Hal ini disampaikan oleh Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Tedi Bharata. Menurutnya, dengan sistem PKWT, soal gaji para manajer juga nggak bisa ditentukan sembarangan. Semua harus mengikuti aturan yang berlaku. Jadi, bukan berarti pemerintah bisa kasih angka sesuka hati.
Baca Juga:Usai Gagal di AFF, Timnas U-17 Tambah 3 Pemain untuk Hadapi Piala Asia 2026Real Madrid vs Alaves 22 April 2026: Momentum Kebangkitan atau Makin Terpuruk? Ini Prediksi Skor Lengkapnya
Tedi juga sempat menenangkan publik supaya nggak terlalu khawatir soal gaji. Intinya, meskipun masih dibahas, penggajian tetap akan mengikuti standar yang sudah ada.
Saat ini, pemerintah masih menggodok besaran gaji tersebut bersama kementerian terkait dan juga pihak BUMN yang terlibat, termasuk PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero). Jadi kemungkinan besar, nominalnya bisa berbeda-beda, tergantung beberapa faktor.
Nah, selain soal status dan gaji, pemerintah juga sudah memberi gambaran soal kriteria yang dicari untuk posisi manajer ini.
Ternyata, yang dibutuhkan bukan sekadar orang yang mau kerja biasa, tapi yang punya jiwa wirausaha. Jadi, kandidat diharapkan punya karakter lincah, inisiatif tinggi, dan bisa beradaptasi dengan berbagai situasi di lapangan.
Kenapa harus seperti itu? Karena nantinya para manajer ini bakal sering berinteraksi dengan banyak pihak, mulai dari vendor, BUMN, sampai pelaku usaha di desa. Jadi, perannya lebih mirip “penggerak” atau bahkan “penghubung” daripada sekadar karyawan kantoran biasa.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, juga sempat memberikan sedikit bocoran soal gaji. Katanya, besarannya kemungkinan akan disesuaikan dengan latar belakang pendidikan, seperti lulusan D3, D4, atau S1. Artinya, semakin tinggi pendidikan, bisa jadi ada perbedaan dalam nominal yang diterima.
Menariknya, minat masyarakat terhadap posisi ini ternyata sangat tinggi. Dalam waktu singkat, jumlah pendaftar sudah mencapai ratusan ribu orang.
Baca Juga:Masih Ada Harapan! Ini Skenario Rumit Timnas Indonesia U-17 untuk Lolos ke Semifinal Piala AFF U-17 2026Banyak Orang Borong Komputer, Ternyata Ini Penyebabnya! Harga Terancam Naik Tahun Ini
Bahkan, per tanggal 19 April 2026 saja, jumlahnya sudah tembus lebih dari 284 ribu pendaftar. Lalu keesokan harinya, angkanya melonjak lagi hingga sekitar 383 ribu orang.
