RADARCIREBON.TV- Tahun 2025 bisa dibilang jadi momen “panen” buat industri komputer. Banyak orang tiba-tiba ramai-ramai beli PC atau laptop. Tapi ternyata, di balik lonjakan ini ada rasa khawatir yang cukup besar: potensi kelangkaan chip memori yang diprediksi bakal terjadi di 2026.
Permintaan chip memori lagi tinggi banget karena perkembangan teknologi AI (kecerdasan buatan) yang makin ngebut. Nah, chip untuk AI ini beda dari chip biasa yang dipakai di laptop atau PC sehari-hari.
Masalahnya, para produsen chip sekarang lebih fokus bikin chip kelas tinggi untuk kebutuhan AI, yang dikenal sebagai HBM (High Bandwidth Memory). Akibatnya, produksi chip “biasa” jadi agak terabaikan.
Baca Juga:Jadwal & Line Up Lengkap Clash of Legends 2026 di GBK: Barcelona vs World Legends, Kluivert Comeback!Rekrutmen Koperasi Merah Putih Dibuka! Butuh 35 Ribu Orang, Ini Cara Daftar dan Syaratnya
Efeknya langsung kerasa. Harga chip mulai naik, dan ini bikin pabrikan perangkat elektronik berada di posisi yang serba salah. Mereka harus milih: mau naikin harga produk, atau tetap jual dengan harga sama tapi spesifikasinya nggak banyak berubah (atau bahkan diturunin).
Kondisi ini, ditambah beberapa faktor lain seperti kekhawatiran soal kebijakan tarif dari pemerintahan Donald Trump di awal tahun dan berakhirnya dukungan untuk Windows 10, bikin banyak orang akhirnya memutuskan buat beli komputer lebih cepat di 2025. Istilahnya, “beli sekarang sebelum mahal.”
Data dari IDC juga nunjukin hal yang sama. Sepanjang 2025, pengiriman PC global naik cukup signifikan. Di kuartal keempat saja, jumlahnya mencapai 76,4 juta unit, naik hampir 10 persen dibanding tahun sebelumnya. Total sepanjang tahun bahkan tembus 284,7 juta unit, meningkat lebih dari 8 persen dari 2024.
Untuk urusan pemain besar, Lenovo masih jadi raja pasar dengan pertumbuhan yang paling tinggi dan pangsa pasar hampir 25 persen. Di posisi kedua ada HP, disusul Dell Technologies di posisi ketiga. Sementara itu, Apple dan Asus juga ikut menikmati pertumbuhan dua digit.
Tapi, euforia ini kemungkinan nggak bakal bertahan lama. Memasuki 2026, industri PC diprediksi bakal menghadapi tekanan besar akibat krisis chip memori.
Salah satu dampak yang paling terasa adalah kemungkinan spesifikasi komputer yang dijual jadi lebih rendah dari biasanya. Bukan karena teknologinya mandek, tapi karena keterbatasan komponen.
