RADARCIREBON.TV- Rumor soal Julian Nagelsmann bakal jadi manajer baru Manchester United ternyata mulai meredup. Padahal sebelumnya, nama pelatih Timnas Jerman itu sempat digadang-gadang jadi kandidat kuat untuk mengisi kursi panas di Old Trafford. Tapi sekarang, kabarnya manajemen MU mulai mundur perlahan dari rencana tersebut.
Memang, Manchester United lagi punya misi besar di musim panas nanti. Mereka harus segera menentukan siapa pelatih permanen yang bakal memimpin tim ke depan, setelah era Ruben Amorim berakhir. Nama-nama besar sempat bermunculan, dan Nagelsmann termasuk yang paling sering disebut-sebut.
Namun, situasinya berubah. Salah satu alasan utama kenapa MU mulai ragu adalah soal timing yang kurang pas. Nagelsmann saat ini masih fokus penuh bersama Timnas Jerman, apalagi dia bakal memimpin timnya di Piala Dunia 2026. Kalau Jerman melaju jauh di turnamen itu, otomatis Nagelsmann baru bisa gabung ke klub paling cepat akhir Juli atau bahkan awal Agustus.
Baca Juga:Terungkap! Catatan Buruk Chelsea Sejak 1912 Terulang, Rosenior Didepak Usai Dipermalukan BrightonInter Milan Dekat Double Winner! Chivu Bidik Gelar Serie A dan Coppa Italia
Masalahnya, Premier League biasanya sudah mulai di pertengahan Agustus. Artinya, kalau MU tetap ngotot merekrut Nagelsmann, persiapan tim buat musim baru bisa jadi nggak maksimal. Padahal, fase pramusim itu penting banget buat membangun chemistry pemain dan menerapkan strategi baru.
Selain soal waktu, ternyata Nagelsmann juga bukan prioritas utama MU sejak awal. Walaupun di atas kertas dia pelatih muda yang sangat cerdas secara taktik dan punya rekam jejak bagus di klub-klub besar seperti RB Leipzig dan Bayern Munchen, tetap saja ada keraguan dari pihak manajemen.
Salah satu pertimbangannya adalah pengalaman. Nagelsmann belum pernah merasakan kerasnya kompetisi di Inggris, khususnya Premier League yang dikenal sangat ketat dan penuh tekanan. MU sepertinya belajar dari pengalaman sebelumnya, di mana beberapa pelatih dari luar Inggris butuh waktu lama untuk beradaptasi.
Kita bisa lihat contoh seperti Louis van Gaal, Erik ten Hag, sampai Ruben Amorim yang butuh proses sebelum benar-benar nyetel dengan gaya permainan di Inggris. Nah, MU kayaknya nggak mau ambil risiko yang sama lagi.
