RADARCIREBON.TV- Polemik soal siapa yang bakal menggantikan Iran di Piala Dunia 2026 makin panas dan penuh drama. Situasinya jadi makin rumit setelah muncul kabar kalau pihak Amerika Serikat punya usulan yang cukup mengejutkan: Italia disebut-sebut jadi kandidat kuat pengganti Iran.
Turnamen Piala Dunia 2026 sendiri sebenarnya sudah di depan mata. Waktunya tinggal hitungan bulan, tapi justru muncul masalah besar dari salah satu peserta.
Timnas Iran dikabarkan memilih mundur dari turnamen tersebut. Keputusan ini nggak lepas dari konflik yang lagi terjadi antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga:Terungkap! Catatan Buruk Chelsea Sejak 1912 Terulang, Rosenior Didepak Usai Dipermalukan BrightonInter Milan Dekat Double Winner! Chivu Bidik Gelar Serie A dan Coppa Italia
Di sisi lain, FIFA tentu nggak tinggal diam. Mereka masih berusaha keras supaya Iran tetap ikut serta. Soalnya, perubahan peserta di saat-saat mendekati turnamen bukan hal yang sepele. Banyak aspek yang harus dipikirkan, mulai dari jadwal, grup, sampai urusan teknis lainnya.
Tapi kalau pada akhirnya Iran tetap nggak mau tampil, mau nggak mau harus ada pengganti. Nah, di sinilah mulai muncul berbagai spekulasi.
Salah satu yang paling ramai dibicarakan adalah usulan dari utusan khusus Presiden Amerika Serikat, Paolo Zampolli. Dia secara terbuka menyarankan agar Italia yang mengisi slot kosong tersebut.
Usulan ini jelas langsung menarik perhatian. Soalnya, Italia bukan tim sembarangan. Mereka punya sejarah panjang di Piala Dunia dan termasuk salah satu tim paling sukses. Dengan koleksi empat trofi juara dunia, wajar kalau banyak yang merasa Italia memang pantas tampil di turnamen sebesar ini.
Zampolli sendiri terang-terangan bilang kalau dia sudah menyampaikan ide tersebut ke Donald Trump dan juga Presiden FIFA, Gianni Infantino. Menurutnya, akan jadi “skenario impian” kalau Italia bisa tampil di Piala Dunia yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Apalagi, dari sisi kualitas tim dan pengalaman, Italia jelas nggak perlu diragukan lagi. Kehadiran mereka juga bisa menambah daya tarik turnamen, terutama dari sisi penonton dan komersial.
Meski begitu, keputusan akhir tetap ada di tangan FIFA. Sampai sekarang, mereka masih fokus membujuk Iran agar tetap ikut. Tapi sebagai langkah antisipasi, FIFA kabarnya juga sudah menyiapkan opsi lain.
