RADARCIREBON.TV – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia resmi merilis daftar atlet yang akan memperkuat Indonesia dalam ajang Thomas & Uber Cup 2026. Turnamen beregu paling bergengsi di dunia bulu tangkis ini dijadwalkan berlangsung di Horsens pada 24 April hingga 3 Mei 2026.
Pada sektor putra (Thomas Cup), perhatian tertuju pada kombinasi pemain muda dan senior yang dinilai mampu menghadirkan keseimbangan tim. Pasangan ganda putra muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjadi salah satu sorotan karena akan menjalani debut di ajang ini. Mereka akan didampingi oleh pemain berpengalaman seperti Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, serta duet Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Di sektor tunggal putra, Indonesia tetap mengandalkan dua nama utama, yakni Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. Keduanya akan menjadi tulang punggung tim sekaligus membimbing pemain muda seperti Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubaidillah dalam menghadapi tekanan kompetisi level dunia.
Baca Juga:PSG Tampil Perkasa, Libas Nantes 3-0 dan Perkokoh Posisi di Puncak KlasemenJadwal Thomas Cup 2026: Ginting Ungkap Kekuatan Prancis dan Peluang Tim Indonesia
Sementara itu, pada sektor putri (Uber Cup), komposisi tim juga diisi oleh kombinasi pemain senior dan talenta muda. Putri Kusuma Wardani dipercaya sebagai andalan di nomor tunggal putri. Ia akan didukung oleh pemain muda seperti Thalita Ramadhani Wiryawan dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi.
Di sektor ganda putri, Indonesia menurunkan kekuatan penuh dengan kehadiran pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Amallia Cahaya Pratiwi, serta duet muda potensial Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari. Kedalaman skuad di sektor ini diharapkan mampu memberikan kontribusi maksimal dalam setiap pertandingan.
Selain itu, faktor pengalaman bertanding di level internasional menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pemilihan pemain. Kombinasi atlet yang telah terbiasa tampil di turnamen besar dengan pemain muda yang tengah berkembang diharapkan mampu menciptakan sinergi yang optimal di lapangan.
Persiapan tim juga disebut telah dilakukan secara matang, mulai dari pemusatan latihan hingga simulasi pertandingan untuk meningkatkan kekompakan tim. Aspek mental dan fisik menjadi fokus utama agar para atlet mampu tampil konsisten sepanjang turnamen yang berlangsung dalam format beregu ini.
