Seorang ibu di Kabupaten Cirebon terpaksa hidup terlunta-lunta bersama bayinya yang masih sangat kecil tanpa tempat tinggal yang layak.
Di sebuah gazebo sederhana di Desa Beringin Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon, inilah tempat Kurniah dan bayinya berteduh. Tanpa dinding, tanpa kasur, dan tanpa selimut yang layak, Kurniah harus menjaga bayinya yang baru berusia sembilan bulan dari dinginnya angin malam, dan gigitan nyamuk yang mengancam kesehatan bayi.
Sejak terusir dari rumah akibat konflik keluarga, Kurniah tak lagi memiliki tempat untuk pulang, gazebo milik warga menjadi satu-satunya tempat bertahan hidup. Untuk makan sehari-hari, Kurniah hanya berharap pada uluran tangan warga, bahkan tak jarang ia harus menahan lapar demi bayinya agar tetap bisa mendapatkan asupan. Kondisi seperti ini sudah dijalani Kurniah dan anaknya yang masih bayi sejak tujuh bulan lalu, akibat konflik keluarga dan terusir dri rumah.
Baca Juga:Ribuan Siswa Ikuti Ajang Olahraga Sains Dan Seni – VideoPerjalanan Haru Jamaah Haji Tertua Asal Majalengka – Video
Yang paling menyayat hati, bayi yang seharusnya tumbuh dalam kehangatan dan perlindungan, kini harus turut merasakan kerasnya hidup di tempat terbuka. Meski dalam keterbatasan, Kurniah tetap berusaha menjaga dan merawat anaknya yang masih menyusui dengan penuh kasih sayang. Warga sekitar berharap, ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Kurniah dan anaknya mendapatkan tempat tinggal yang layak dan kehidupan yang lebih baik.
Sementara, selian mengandalkan uluran tangan masyararakat setempat, Kurniah juga mendapatkan jatah makan dari dapur MBG atau SPPG Desa Beringin yang lokasinya berdekatan denvan gazebo tempat ia dan sang anak tinggal. Bahkan untuk kebutuhan mandi pun Kurniah dan anaknya tak jarang ikut menumpang dirumah warga setempat dengan kondisi yang tak kalah memprihatinkan.
Mirisnya, hingga kini tidak ada solusi maupun upaya mediasi yang dilakukan oleh pemerintah desa setempat, sehingga memaksa anak perempuan yang masih berusia sembilan bulan menjadi korban karena ikut terseret dan terlunta-lunta menjadi tunawisma, tanpa makanan yang layak dan rumah tempat tinggal yang aman dan nyaman.