RADARCIREBON.TV- Keberhasilan Dewa United menembbus papan atas tidak terlepas dari resep spesial mereka: memadukan pemain asing yang berpengalaman dengan talenta lokal muda yang haus jam terbang. Strategi ini terlihat jelas dari komposisi pemain yang diplot Jan Olde Riekerink.
Di jantung pertahanan, duet Nick Kuipers (Belanda) dan Damion Lowe (Jamaika) menjadi tembok kokoh. Sementara di lini depan, Alex Martins (Brasil) dan Taisei Marukawa (Jepang) selalu menjadi mimpi buruk bek lawan. Inilah yang membuat Dewa United berbeda saat ini. Mereka memiliki karakter tim yang egaliter, tidak terlalu bergantung pada satu bintang, dan mampu bermain ofensif tanpa melupakan pertahanan.
Jika tren ini bertahan, The Tangsel Warriors sedang dalam proses menulis sejarah terbaik mereka di kasta tertinggi Liga Indonesia.
Baca Juga:Prediksi Skor Persik vs Arema FC: Derby Jatim Panas, Macan Putih TertekanDewa United vs Semen Padang Malam Ini: Tangsel Warriors Incar Poin Penuh di Kandang
Tak hanya soal kualitas individu, keberhasilan Dewa United juga lahir dari keseimbangan permainan yang semakin matang dari pekan ke pekan. Lini tengah mereka menjadi motor utama yang menjembatani pertahanan dan serangan. Peran gelandang muda lokal sangat krusial, terutama dalam menjaga tempo permainan sekaligus memberikan energi tanpa henti sepanjang laga.
Mereka bukan hanya pelengkap, tetapi sudah menjadi bagian inti dari sistem permainan tim.
Selain itu, kedalaman skuad menjadi faktor penting lainnya. Ketika beberapa pemain inti harus absen, Dewa United tetap mampu menjaga performa berkat rotasi yang efektif. Ini menunjukkan bahwa proyek pembangunan tim tidak hanya fokus pada sebelas pemain utama, melainkan keseluruhan skuad yang kompetitif. Hal ini jarang dimiliki tim papan tengah yang biasanya terlalu bergantung pada pemain kunci.
Dari sisi taktik, Jan Olde Riekerink juga patut mendapat kredit lebih. Pelatih asal Belanda tersebut mampu meramu strategi fleksibel, mulai dari formasi menyerang hingga pendekatan yang lebih pragmatis saat menghadapi tim besar. Dewa United kini tidak lagi bermain reaktif, melainkan mampu mendikte permainan sesuai kebutuhan.
Transisi cepat dari bertahan ke menyerang menjadi salah satu senjata utama yang kerap merepotkan lawan.
Chemistry antar pemain juga terlihat semakin solid. Kombinasi pemain asing dan lokal tidak menciptakan sekat, justru saling melengkapi satu sama lain. Pemain asing membawa pengalaman dan ketenangan, sementara pemain muda lokal menyuntikkan semangat dan agresivitas. Perpaduan ini menciptakan identitas permainan yang khas dan sulit ditebak.Dukungan manajemen yang stabil juga menjadi fondasi penting dalam kebangkitan Dewa United. Klub ini terlihat memiliki visi jangka panjang, tidak hanya mengejar hasil instan. Investasi pada pemain muda, fasilitas latihan, hingga pemilihan pelatih berkualitas menjadi bukti keseriusan mereka untuk bersaing secara konsisten di papan atas.
