Tak hanya itu, peran pelatih Jan Olde Riekerink juga sangat krusial dalam transformasi ini. Ia berhasil menanamkan filosofi bermain menyerang yang tetap terorganisir. Transisi dari bertahan ke menyerang berjalan cepat, sementara pressing tinggi yang diterapkan mampu memaksa lawan melakukan kesalahan. Gaya bermain ini membuat Dewa United tampil lebih percaya diri dan berani menghadapi siapa pun.
Faktor lain yang turut mendukung adalah mentalitas tim yang terus berkembang. Jika sebelumnya Dewa United kerap kehilangan poin penting di menit-menit akhir, kini mereka justru menunjukkan ketenangan dan kedewasaan dalam mengelola pertandingan. Hal ini terlihat dari beberapa kemenangan dramatis yang berhasil mereka raih musim ini, yang menjadi bukti bahwa tim ini sudah naik level secara mental.Dukungan manajemen juga patut diapresiasi. Investasi dalam pemain, fasilitas, hingga pengelolaan tim dilakukan dengan serius dan terarah. Tidak heran jika hasilnya mulai terlihat di lapangan. Dewa United kini bukan lagi sekadar tim pelengkap di kompetisi, melainkan kekuatan baru yang siap mengganggu dominasi klub-klub besar.
Dengan segala perkembangan ini, peluang Dewa United untuk finis di empat besar bahkan lebih dari itu terbuka lebar. Namun, tantangan terbesar tetap pada konsistensi. Jadwal padat, potensi cedera pemain, serta tekanan dari pesaing akan menjadi ujian sesungguhnya.
Baca Juga:Siap-siap War! Jadwal Pembelian Tiket Pertandingan Chelsea vs AC Milan Tur Pramusim di Jakarta 2026Pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung Belum Tentu di JIS atau GBK, Apakah akan Diadakan Luar Jakarta?
Jika mampu melewati semua itu, bukan tidak mungkin Dewa United akan mencatat sejarah baru sebagai salah satu tim elite di sepak bola Indonesia.
