RADARCIREBON.TV – Isu dugaan rasisme yang menyeret nama gelandang Marc Klok akhirnya mendapat respons resmi dari pihak terkait. Dalam pernyataan yang dirilis oleh Persib Bandung, Klok memberikan klarifikasi menyeluruh atas tuduhan yang dinilai tidak berdasar dan merugikan reputasinya sebagai pesepak bola profesional.
Dalam Official Statement tersebut, Klok secara tegas membantah seluruh tudingan rasisme yang diarahkan kepadanya. Ia menyebut bahwa informasi yang beredar tidak sesuai fakta dan telah mencemarkan nama baiknya. Menurutnya, tuduhan tersebut muncul dari kesalahpahaman yang kemudian berkembang menjadi narasi yang keliru di ruang publik.
Lebih lanjut, Klok menegaskan bahwa sepanjang hidup dan kariernya, ia selalu menjunjung tinggi nilai-nilai penghormatan, kesetaraan, serta profesionalisme. Ia juga menekankan bahwa dirinya tidak pernah mentolerir tindakan rasisme dalam bentuk apa pun. Pengalamannya bermain bersama pemain dari berbagai latar belakang budaya dan kebangsaan menjadi bukti bahwa rasa saling menghormati selalu menjadi prinsip utama dalam kariernya.
Baca Juga:Cunha Comeback! MU Siap Tempur Hadapi Liverpool di Laga PenentuanKatalog Promo Alfamart 1-15 Mei 2026: Harga Spesial Sembako, Snack, dan Minuman Diskon Besar
Dalam penjelasannya, Klok turut memaparkan kronologi kejadian yang memicu polemik tersebut. Insiden bermula saat pertandingan melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Ketika timnya mencetak gol dan ingin segera melanjutkan pertandingan, ia meminta bola kepada pemain lawan dengan ucapan “give me the ball back”. Namun, ucapan tersebut diduga disalahartikan menjadi kata yang bernuansa rasis.
Klok menyebut bahwa setelah insiden itu, ia langsung berkomunikasi dengan pemain yang bersangkutan, termasuk Henri Doumbia. Dari komunikasi tersebut, Doumbia dikabarkan menyadari adanya kesalahpahaman dan telah menyampaikan permintaan maaf. Bahkan, beberapa pihak dari tim lawan, termasuk pemain dan pelatih, memahami situasi yang sebenarnya dan tidak mempermasalahkannya lebih lanjut.
Namun, polemik justru melebar setelah adanya tudingan lanjutan dari pihak manajemen tim lawan. Klok menyoroti sikap manajer Bhayangkara yang tetap melontarkan tuduhan rasis meskipun tidak berada langsung di lokasi kejadian. Ia menilai tindakan tersebut sudah melewati batas dan tidak mencerminkan semangat sportivitas dalam sepak bola.
Akibat dari situasi ini, Klok merasa dirugikan secara personal maupun profesional. Ia pun secara terbuka meminta adanya klarifikasi dan permintaan maaf resmi dari pihak Bhayangkara Presisi Lampung FC atas tuduhan yang dinilai tidak benar tersebut. Permintaan ini juga menjadi bentuk upaya untuk memulihkan nama baiknya di tengah sorotan publik.
